Bitcoin Terseret ke Titik Terendah Baru, Arus Keluar ETF Kian Menekan Pasar

Author: Redaksi Android62

Bitcoin kembali kehilangan pijakan ketika harganya turun ke $59,023.98 pada Rabu, 24 Juni. Level itu menjadi yang terendah sejak 10 Okt. 2024 dan menegaskan bahwa tekanan bear market belum mereda.

Di sesi yang sama, BTC sempat jatuh di bawah $60,000 untuk ketiga kalinya tahun ini. Pelemahan itu memperlihatkan rapuhnya sentimen pasar, terutama saat arus dana dari produk institusional masih bergerak keluar.

Arus keluar ETF memperluas tekanan jual

Data SoSoValue menunjukkan spot Bitcoin ETF sudah mencatat arus keluar sebesar $182 juta sejauh pekan ini. Kondisi tersebut menempatkannya di jalur untuk membukukan arus keluar bersih selama tujuh pekan berturut-turut.

Akibatnya, total aset yang dikelola dana-dana itu menyusut menjadi $77.5 miliar dari sekitar $113 billion pada akhir 2025. Saat investor menarik dana, penerbit ETF harus segera menjual Bitcoin yang mendasarinya, sehingga suplai yang masuk ke pasar bertambah.

Tekanan mekanis inilah yang membuat pelemahan harga tidak hanya soal sentimen. Di tengah permintaan institusional yang belum pulih, arus keluar ETF justru menjadi faktor yang langsung menekan pasar.

Modal berpindah ke aset lain

Selain tekanan dari ETF, pasar juga menghadapi perpindahan modal ke kelas aset lain selama 2026. Investor disebut mengalihkan dana dari kripto ke saham AI, IPO, dan pasar prediksi, sehingga likuiditas untuk BTC ikut menyusut.

Pada hari Rabu, sebagian pelaku pasar juga terlihat melakukan reposisi menjelang laporan laba Micron Technology setelah penutupan pasar. Pergerakan itu menambah tanda bahwa minat jangka pendek belum sepenuhnya kembali ke aset kripto.

Di sisi regulasi, dukungan yang sempat diharapkan juga belum hadir sesuai jadwal. CLARITY Act, rancangan utama untuk membentuk kerangka struktur pasar kripto di AS, hanya memiliki waktu sekitar lima pekan untuk melewati tahapan prosedural penting sebelum reses musim panas Kongres.

Bantalan institusional belum cukup kuat

Meski tekanan masih berat, sejumlah pelaku pasar menilai penurunan kali ini tidak sedalam siklus bear market sebelumnya. Sam Callahan, direktur strategi dan riset Bitcoin di OranjeBTC, mengatakan basis investor yang lebih besar dan lebih likuid membuat ayunan harga Bitcoin tidak seekstrem dulu.

Ia menilai kondisi saat ini tetap berat, tetapi volatilitasnya lebih terkendali dibanding periode sebelumnya. Basis kepemilikan yang lebih luas juga membuat Bitcoin tidak lagi semata-mata aset kecil yang didominasi investor ritel.

Namun, ketahanan lantai institusional itu masih akan diuji dalam beberapa pekan ke depan. Arah pasar berikutnya akan sangat bergantung pada respons arus ETF terhadap kinerja Micron serta apakah sinyal titik terendah Bitcoin yang dibahas analis benar-benar memicu pembelian berkelanjutan.

Berita Terbaru