Blokade Houthi Mengancam 7% Pasokan Minyak Dunia, Jalur Saudi ke Asia dalam Risiko

Author: Redaksi Android62

Ancaman terhadap jalur energi global kembali meningkat setelah Houthi mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi. Jika Selat Bab el-Mandeb benar-benar tertutup, pasokan minyak dunia berpotensi berkurang sekitar 7% karena ekspor Saudi ke Asia dapat terhenti.

Risiko ini muncul ketika pasar energi internasional sudah menghadapi tekanan pasokan. Perang antara Iran dan Amerika Serikat, menurut laporan Beritasatu, disebut telah memangkas pasokan minyak global sekitar 10%.

Jalur Vital Menuju Pasar Asia

Selat Bab el-Mandeb merupakan pintu masuk selatan menuju Laut Merah dan jalur penting bagi kapal yang berlayar menuju pasar Asia. Gangguan di kawasan ini berpotensi memengaruhi perdagangan lintas negara, aktivitas pelabuhan, serta distribusi energi.

Blokade Laut Houthi diumumkan pada Senin (20/7/2026) oleh angkatan bersenjata kelompok tersebut. Houthi menyatakan kebijakan itu berlaku segera sebagai balasan atas tindakan Arab Saudi terhadap Yaman.

Situasi Dampak yang Dikhawatirkan Perkiraan dalam Laporan
Penutupan Selat Bab el-Mandeb Ekspor minyak Saudi ke Asia terancam berhenti Pasokan dunia turun sekitar 7%
Perang Iran dan Amerika Serikat Tekanan terhadap pasar energi global meningkat Pasokan global turun sekitar 10%

Belum Ada Kepastian soal Target Kapal

Pengumuman embargo tidak serta-merta berarti kapal yang menuju pelabuhan Saudi telah menjadi sasaran serangan. Namun, ancaman itu dinilai cukup untuk menciptakan ketidakpastian bagi perusahaan pelayaran dan pelabuhan Arab Saudi.

Analis Yaman sekaligus pendiri Basha Report, Mohammed Albasha, menilai pertanyaan utama terletak pada kemungkinan Houthi menargetkan kapal yang menuju pelabuhan Saudi. Hingga saat ini, belum ada jawaban jelas apakah ancaman tersebut akan berkembang menjadi aksi langsung.

“Meskipun tidak ada kapal yang diserang, pengumuman itu kemungkinan akan mengganggu pelayaran dan menciptakan ketidakpastian bagi pelabuhan Saudi,” ujar Albasha. Ia menilai perubahan dari ancaman menjadi tindakan nyata tetap perlu dipantau secara ketat.

Ketegangan Meningkat Setelah Gencatan Senjata Berakhir

Ketegangan antara Houthi dan Arab Saudi meningkat sejak pekan lalu setelah kelompok itu meluncurkan rudal ke wilayah Saudi. Houthi menuduh Riyadh membombardir bandara yang berada di bawah kendali mereka.

Peristiwa tersebut sekaligus mengakhiri gencatan senjata selama empat tahun antara kedua pihak. Konflik yang kembali terbuka kini berpotensi memperluas dampak dari wilayah Yaman ke rute perdagangan internasional.

Houthi menyebut embargo itu didasarkan pada prinsip “mata ganti mata” terhadap apa yang mereka gambarkan sebagai pengepungan tidak adil dan menindas terhadap Yaman. Pemerintah Arab Saudi belum memberikan tanggapan resmi hingga pengumuman tersebut disampaikan.

Selat Bab el-Mandeb menjadi titik yang menentukan bagi perkembangan situasi berikutnya. Apabila akses maritim terganggu secara nyata, tekanan terhadap Pasokan Minyak Global dan keamanan pelayaran di Laut Merah dapat semakin besar.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru