Parun Hancur Diterjang Banjir Bandang, Lebih dari 100 Warga Masih Hilang

Author: Redaksi Android62

Banjir bandang di Provinsi Nuristan, Afghanistan, menewaskan sedikitnya 20 orang dan membuat lebih dari 100 warga belum ditemukan. Bencana yang terjadi pada Senin waktu setempat itu juga menyebabkan lebih dari 80 orang mengalami luka-luka.

Parun menjadi wilayah yang menerima dampak terberat dari luapan sungai tersebut. Kota yang merupakan ibu kota Provinsi Nuristan dan berbatasan langsung dengan Pakistan itu dilaporkan mengalami kerusakan luas pada kawasan di sekitar aliran air.

Pencarian berlangsung di tengah keterbatasan

Warga setempat menyisir tumpukan lumpur dan material banjir untuk menemukan korban yang masih hilang. Upaya itu dilakukan tanpa dukungan peralatan berat, ketika kondisi lingkungan di sejumlah titik belum sepenuhnya stabil.

Kantor Gubernur Nuristan menyatakan beberapa pegawai pemerintah termasuk dalam daftar warga yang belum diketahui keberadaannya. Wali Kota Parun juga disebut berada di antara orang-orang yang masih dicari.

Juru bicara Gubernur Nuristan, Feraidon Samim, mengatakan sembilan jenazah telah ditemukan di wilayahnya. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Afghanistan atau ANDMA mengonfirmasi telah menangani 20 jenazah setelah banjir bandang terjadi.

Dampak Data Dilaporkan Keterangan
Korban tewas Sedikitnya 20 orang Dikonfirmasi ANDMA
Korban luka Lebih dari 80 orang Dilaporkan ANDMA
Warga hilang Lebih dari 100 orang Pencarian masih berlangsung

Kawasan usaha dan fasilitas kota rusak

Luapan sungai menyapu kawasan pertokoan di bantaran sungai Parun dan meninggalkan lumpur serta batu-batu besar. Area kantor kotamadya, hotel, dan puluhan toko dilaporkan hancur akibat terjangan air.

Kepala LSM lokal Shpoul, Ashiqullah Safi, menggambarkan tingkat kerusakan yang besar di kota tersebut. “Banjir telah merusak total area kantor kotamadya, serta menghancurkan hotel-hotel dan puluhan toko,” ujar Ashiqullah Safi.

Kerusakan bangunan di sekitar sungai menunjukkan kuatnya arus yang melanda Parun. Ruang usaha dan bangunan lain terdampak setelah air membawa material lumpur dan bebatuan dalam jumlah besar.

Peringatan hujan deras masih berlaku

Juru bicara utama pemerintah Afghanistan, Zabihullah Mujahid, membenarkan adanya korban jiwa serta kerusakan properti yang meluas. Melalui akun X resminya, ia menyatakan lembaga terkait sedang terlibat serius untuk menyelamatkan nyawa dan harta benda masyarakat.

ANDMA mengingatkan hujan deras dan badai masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah. Warga diminta menjauhi bantaran sungai serta kawasan rawan banjir guna mengurangi risiko dampak lanjutan.

Ancaman cuaca tersebut memperumit penanganan di Nuristan karena pencarian korban berlangsung di tengah kerusakan infrastruktur. Otoritas setempat masih memusatkan perhatian pada penyelamatan warga dan pencarian orang-orang yang belum ditemukan.

Kerentanan bencana Afghanistan meningkat

Banjir di Nuristan menambah deretan bencana serupa yang melanda Afghanistan dalam beberapa bulan terakhir. Hujan deras dan banjir sebelumnya dilaporkan menewaskan sekitar 150 orang pada April serta sedikitnya 24 orang pada Mei.

Kepala Badan Perlindungan Lingkungan Afghanistan, Mawlavi Mati-ul-Haq Khalis, menilai masalah lingkungan memperparah krisis kemanusiaan di negara itu. Ia mengatakan dampak perubahan iklim telah menimbulkan konsekuensi serius bagi masyarakat Afghanistan.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru