Kemampuan menghasilkan oksigen dari debu Bulan kini tidak lagi sekadar konsep. Blue Origin berhasil menunjukkan bahwa regolit lunar bisa diolah menjadi oksigen yang dapat dihirup, sebuah langkah yang dinilai bisa memperkuat rencana manusia membangun permukiman jangka panjang di permukaan Bulan.
Pencapaian ini penting karena oksigen bukan hanya dibutuhkan untuk bernapas, tetapi juga menjadi komponen utama bahan bakar roket. Jika oksigen bisa dibuat langsung di Bulan, ketergantungan pada pasokan dari Bumi dapat berkurang drastis dan biaya logistik untuk misi luar angkasa juga ikut mengecil.
Mengolah debu Bulan menjadi sumber daya
Blue Origin menggunakan pendekatan yang memanfaatkan sumber daya lokal, bukan membawa semua kebutuhan dari Bumi. Perusahaan yang didirikan Jeff Bezos itu menilai cara ini lebih masuk akal untuk operasi luar angkasa yang berlangsung lama, karena bahan-bahan untuk membangun fasilitas sebaiknya diproduksi di lokasi yang sama dengan tempat pemakaiannya.
Di Bulan, sebagian besar oksigen memang sudah ada di dalam debu atau regolit, tetapi masih terikat pada unsur lain seperti besi dan titanium. Karena itu, tantangannya bukan mencari oksigen dari nol, melainkan memisahkannya dari senyawa yang menyimpannya.
Cara kerja reaktor Air Pioneer
Untuk melakukan pemisahan itu, Blue Origin memakai reaktor kecil bernama Air Pioneer. Sistem ini bekerja dengan elektrolisis, yaitu proses memecah senyawa menggunakan aliran listrik hingga unsur-unsurnya terlepas.
Dalam penjelasan perusahaan, regolit Bulan dilebur lebih dulu hingga suhu 1.600 derajat Celsius. Setelah itu arus listrik dialirkan, lalu ion logam dan silikon bergerak ke satu elektrode, sementara ion oksigen berpindah ke elektrode lain dan keluar sebagai gas yang bisa dikumpulkan.
Blue Origin juga memperlihatkan rekaman dari dalam mesin yang ditempatkan di Space Resources Centre of Excellence di Los Angeles. Dalam video tersebut tampak gelembung oksigen muncul dari regolit yang telah meleleh, sehingga proses pemisahan itu terlihat lebih nyata.
Lebih dari sekadar oksigen
Teknologi ini tidak berhenti pada produksi udara pernapasan. Blue Origin menyebut sistem tersebut sebagai bagian dari proyek Blue Alchemist, yang dirancang untuk menghasilkan berbagai material penting dari regolit lunar.
Selain oksigen, reaktor itu disebut dapat menghasilkan besi, aluminium, silikon, dan kaca. Bahan-bahan tersebut bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur luar angkasa, termasuk komponen elektronik, jendela, penutup panel surya, dan elemen konstruksi.
Dengan begitu, satu proses pengolahan bisa memberi beberapa manfaat sekaligus. Bukan hanya membantu kehidupan manusia di Bulan, teknologi ini juga membuka peluang agar fasilitas lunar dibangun dengan material yang berasal dari permukaan Bulan sendiri.
Dukungan NASA dan peran sampel Bulan
Program Blue Alchemist mendapat dukungan NASA senilai 35 juta dolar AS atau 28 juta pound sterling melalui skema Tipping Point. Skema ini dirancang untuk mendorong pengembangan teknologi yang mendukung eksplorasi jangka panjang di Bulan dan luar angkasa.
NASA juga memberikan sampel kecil debu Bulan yang dibawa pulang astronot Apollo. Sampel itu dipakai Blue Origin untuk membuat simulasi material yang lebih akurat dalam proses pengujian, sehingga hasilnya mendekati kondisi nyata di permukaan lunar.
Implikasi bagi permukiman masa depan
Pat Remias, wakil presiden advanced concepts and enterprise engineering Blue Origin, menegaskan bahwa setiap kilogram oksigen yang diproduksi di permukaan Bulan berarti satu kilogram yang tidak perlu diluncurkan dari Bumi. Ia menyebut langkah ini sebagai lompatan besar menuju permukiman permanen.
Remias juga menggambarkan arah pengembangannya dengan kalimat, “First we return humans to the Moon, then we start to ‘live off the land’.” Pesan itu menegaskan target utama teknologi ini, yaitu membuat manusia bisa bertahan dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di tempat.
NASA sendiri berencana mendaratkan manusia di Bulan pada 2028 dalam misi Artemis IV. Misi itu akan melanjutkan Artemis II, sementara Blue Origin dan SpaceX sama-sama berupaya menjadi mitra NASA dalam pembangunan koloni Bulan pertama.
Kebutuhan energi yang besar
Untuk menjalankan reaktor ini, Blue Origin memperkirakan kebutuhan daya sekitar satu megawatt. Besarnya setara dengan energi yang diperlukan untuk memasok sekitar 400 hingga 1.000 rumah secara bersamaan.
Perusahaan membayangkan setiap permukiman lunar nantinya memiliki panel surya di sekitarnya untuk menyuplai energi bagi satu reaktor. Jika model ini berjalan, produksi oksigen dan material lain bisa dilakukan langsung di Bulan tanpa terlalu bergantung pada pengangkutan dari Bumi.
Saat produksi oksigen, logam, silikon, dan kaca dapat dilakukan di lokasi, Bulan akan bergeser dari sekadar tempat penelitian menjadi wilayah yang lebih siap dihuni. Dari sana, pembangunan koloni tidak lagi bertumpu sepenuhnya pada kiriman dari luar angkasa, tetapi mulai mengandalkan sumber daya yang memang tersedia di permukaan lunar.
