Sejumlah wilayah di Jawa Tengah diperkirakan akan diguyur hujan ringan besok, dan kondisi ini membuat warga yang punya agenda luar rumah perlu lebih waspada. Data dari laman BMKG yang dikutip TribunWow.com pada Kamis, 23 April 2026, menunjukkan cuaca basah berpotensi muncul di Solo, Boyolali, Semarang, Kendal, dan Magelang.
Jalur aktivitas harian di banyak daerah diperkirakan ikut terdampak karena kelembapan udara masih tinggi. Situasi ini membuat masyarakat sebaiknya menyiapkan langkah antisipatif sejak awal, terutama bagi yang bergantung pada mobilitas antarwilayah.
Daerah yang masuk prakiraan hujan ringan
BMKG mencatat hujan ringan tak hanya berpeluang terjadi di Solo, Boyolali, Semarang, Kendal, dan Magelang. Sejumlah daerah lain di Jawa Tengah juga masuk kategori serupa, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, dan Purworejo.
Pada wilayah-wilayah tersebut, suhu udara umumnya berada di kisaran 20–31 derajat Celsius. Dengan kelembapan yang masih tinggi, udara berpotensi terasa lebih lembap meski suhu tidak tergolong ekstrem.
Rincian kondisi di beberapa kabupaten dan kota
Cilacap diprakirakan mengalami hujan ringan dengan suhu 23–30 derajat Celsius dan kelembapan 71–97 persen. Banyumas berada pada rentang 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 69–96 persen, sedangkan Purbalingga diperkirakan mencatat suhu 22–30 derajat Celsius dengan kelembapan 71–97 persen.
Banjarnegara menjadi salah satu wilayah yang terasa lebih sejuk, dengan suhu berada di kisaran 20–28 derajat Celsius. Kelembapan di daerah ini juga tinggi, yakni 72–98 persen, sehingga kondisi udara basah masih cukup dominan sepanjang hari.
Kebumen diprediksi mengalami hujan ringan dengan suhu 23–31 derajat Celsius serta kelembapan 69–98 persen. Sementara itu, Purworejo diperkirakan memiliki suhu 22–31 derajat Celsius dengan kelembapan mencapai 64–99 persen.
Dampak yang perlu diperhatikan warga
Cuaca berawan yang disertai hujan ringan dapat memengaruhi kelancaran mobilitas, terutama di jalur antarkabupaten dan kawasan yang rawan genangan. Karena itu, warga yang hendak bepergian disarankan membawa payung atau jas hujan sejak awal.
Pengendara roda dua juga perlu lebih berhati-hati saat melintas di jalan yang licin atau saat jarak pandang menurun. Dengan kondisi cuaca yang bisa berubah dan kelembapan yang tetap tinggi, penyesuaian jadwal aktivitas menjadi langkah yang lebih aman.
Aktivitas luar rumah sebaiknya lebih fleksibel
Informasi prakiraan dari BMKG menjadi acuan penting agar kegiatan harian bisa disesuaikan dengan kondisi atmosfer yang diperkirakan berubah-ubah. Hal ini juga relevan bagi pelaku usaha dan petani yang banyak bergantung pada cuaca harian.
Bagi warga di Solo, Boyolali, Semarang, Kendal, dan Magelang, kewaspadaan terhadap hujan ringan tetap diperlukan walau intensitasnya tidak tinggi. Dengan potensi hujan di beberapa wilayah dan udara yang masih lembap, aktivitas luar ruangan besok sebaiknya direncanakan lebih lentur.
Source: wow.tribunnews.com