BNI Turun ke Pangalengan, 65 Anak dan 12 Ibu Hamil Jadi Fokus Intervensi

Author: Redaksi Android62

BNI menyalurkan intervensi gizi kepada kelompok rentan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting. Sasaran program ini mencakup 65 anak berisiko stunting, 12 ibu hamil dengan kekurangan energi kronis, serta 50 remaja putri.

Langkah tersebut dijalankan sebagai bagian dari BNI Berbagi bersama Pemerintah Kecamatan Pangalengan dan Puskesmas Sukamanah. Program ini tidak hanya berfokus pada bantuan pangan, tetapi juga pada edukasi kesehatan keluarga, penguatan posyandu, dan pendampingan berkala.

Intervensi Gizi Diberikan Bertahap

BNI menyalurkan Paket Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan kepada 65 anak berisiko stunting selama 52 hari berturut-turut. Perseroan juga memberikan Paket Nutrisi untuk 12 ibu hamil dengan kondisi kekurangan energi kronis selama 60 hari berturut-turut.

Sementara itu, 50 remaja putri menerima nutrisi dan tablet tambah darah sebagai bagian dari pencegahan stunting sejak dini. Seluruh rangkaian intervensi tersebut akan berlangsung selama tiga bulan dengan pemantauan berkala.

Daerah Ini Masih Butuh Penguatan Pencegahan

Kabupaten Bandung dipilih karena masih memerlukan penguatan dalam penanganan stunting. Berdasarkan data SSGI 2024, prevalensi stunting di daerah ini tercatat 24,1 persen dan berada di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat.

BNI menilai penanganan stunting harus menjadi prioritas karena berdampak pada tumbuh kembang anak dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Karena itu, program ini diarahkan agar manfaatnya tidak berhenti pada bantuan sesaat.

Kolaborasi Lintas Pihak Ditekankan

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menyebut program ini sebagai bentuk kontribusi perseroan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Ia menegaskan bahwa BNI ingin menghadirkan manfaat yang nyata dan berkelanjutan bagi warga.

BNI juga menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mencegah stunting. Sinergi lintas pihak dinilai menjadi kunci untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

Melalui Program Desa Sehat Bebas Stunting, BNI ingin memperkuat peran posyandu dan mendorong lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak dari berbagai sisi. Perseroan menyatakan akan terus memperluas kontribusi dalam pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sebagai investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

Berita Terbaru