Bocoran iPhone Lipat Apple Ungkap Bodinya Hanya 4,5 Mm Saat Dibuka, Langsung Menantang Rival

Author: Redaksi Android62

Apple tampaknya sedang menyiapkan langkah besar untuk memasuki pasar ponsel lipat dengan pendekatan yang sangat berbeda. Bocoran yang beredar menyebut perangkat itu akan hadir dengan bodi hanya 4,5 mm saat dibuka, angka yang langsung menempatkannya dalam sorotan karena ketipisan masih menjadi tantangan utama di kelas foldable.

Jika detail itu tepat, Apple tidak sekadar membuat iPhone yang bisa dilipat. Perusahaan ini terlihat ingin menawarkan perangkat lipat yang tetap rapi, tipis, dan terasa premium, bukan model yang mengorbankan kenyamanan genggam demi format baru.

Desain yang mengutamakan ketipisan

Ketika perangkat dilipat, ketebalannya disebut berada di kisaran 9,4 mm hingga 11,0 mm, tergantung sumber bocoran. Namun saat dibuka penuh, profilnya turun jauh ke 4,5 mm dan disebut sebagai perangkat Apple paling tipis sejauh ini.

Pendekatan tersebut memperlihatkan prioritas yang berbeda dari banyak ponsel lipat lain. Alih-alih sekadar mengejar format layar ganda, Apple tampaknya fokus pada hasil akhir yang lebih bersih dan lebih nyaman dipakai dalam keseharian.

Layar utama dan layar luar punya fungsi berbeda

Bocoran juga mengarah pada layar utama berukuran 7,8 inci dengan panel OLED dan rasio 4:3. Di sisi lain, layar luarnya disebut memakai ukuran 5,5 inci dengan desain yang lebih lebar bergaya “passport”.

Susunan ini memberi dua pola penggunaan yang jelas. Layar dalam cocok untuk multitasking, bermain gim, dan menikmati media, sedangkan layar luar lebih praktis untuk melihat notifikasi, membalas pesan cepat, atau menerima panggilan singkat.

Apple disebut turut memilih kamera punch-hole agar tampilan depan terasa lebih lapang. Langkah ini menunjukkan upaya untuk mengurangi elemen yang mengganggu area layar, sejalan dengan fokus utama pada desain yang bersih.

Ada sejumlah kompromi demi bodi tipis

Bodi setipis itu tampaknya membawa konsekuensi tersendiri. Bocoran menyebut Face ID kemungkinan dihapus dan diganti dengan Touch ID yang ditempatkan di sisi bodi.

Perubahan ini cukup penting karena Face ID sudah lama menjadi ciri khas iPhone kelas atas. Namun pada perangkat lipat, efisiensi ruang internal tampaknya lebih diprioritaskan agar mekanisme engsel dan susunan komponen tetap muat dalam desain yang sangat ramping.

Langkah lain yang disebut ikut hadir adalah penggunaan eSIM-only tanpa tray SIM fisik. Pilihan ini sejalan dengan upaya merapikan bagian dalam perangkat dan memberi ruang lebih bagi komponen utama.

Dari sisi material, rangka disebut memakai titanium alloy. Sementara itu, bagian engsel dikabarkan menggunakan LiquidMetal untuk mendukung konstruksi lipatnya.

Spesifikasi inti tetap diarahkan ke kelas premium

Di sektor performa, perangkat ini dirumorkan membawa chip A20 dengan proses 2 nm dari TSMC. RAM 12GB juga disebut akan menjadi standar untuk lini Ultra dan Pro pada periode yang sama.

Untuk daya, baterainya dikabarkan berada di rentang 5.400mAh hingga 5.800mAh dengan desain dual-cell. Detail ini menjadi penting karena ponsel lipat yang tipis sering menghadapi tantangan pada sisi ketahanan baterai.

Sektor kamera juga tidak dibuat berlebihan, tetapi tetap diarahkan untuk kebutuhan utama. Kamera belakang disebut memakai dua sensor 48MP, masing-masing untuk wide dan ultra-wide, tanpa lensa telefoto.

Di bagian depan, bocoran menyebut ada dua sensor 24MP. Satu berada di layar luar, sedangkan satu lagi ditempatkan di layar dalam dengan pendekatan under-screen atau punch-hole.

Ada pula tombol kontrol kamera khusus yang disebut ikut disiapkan. Kehadiran fitur itu menunjukkan Apple masih memberi perhatian pada pengalaman memotret, meski desain lipat membuat ruang internal harus diatur sangat ketat.

Produksi awal diperkirakan terbatas

Dari sisi bisnis, perangkat ini tampaknya tidak langsung diposisikan sebagai produk massal. Produksi awal disebut hanya sekitar 10 juta unit, yang mengisyaratkan statusnya sebagai model premium dan relatif eksklusif.

Harga yang beredar juga berada di level tinggi. Banderol awalnya disebut ada di kisaran $2,320 hingga $2,399, selaras dengan posisinya sebagai perangkat kelas atas.

Jadwal pengungkapan yang beredar mengarah ke September 2026, meski pengiriman disebut berpotensi mundur hingga Desember 2026. Di saat yang sama, Apple juga disebut sedang mempelajari perangkat foldable milik kompetitor untuk memahami kelebihan dan kekurangan yang sudah ada di pasar.

Dengan semua detail itu, bocoran 4,5 mm menjadi pusat perhatian utama. Angka tersebut bukan hanya soal ketebalan, tetapi juga sinyal bahwa Apple ingin masuk ke segmen foldable dengan formula yang lebih tipis, lebih rapi, dan tetap berada di kelas premium.

Source: www.geeky-gadgets.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru