Bodi Rusak Parah, Kabin Tiggo Series Tetap Aman Saat Dihajar Dari Depan Dan Belakang Di China

Kabin Chery Tiggo 9 tetap menjadi bagian yang paling aman dalam uji tabrak ekstrem yang dilakukan di Chery Longshan Crash Test Center, Wuhu, Anhui, China. Meski kendaraan ini dihantam dari dua arah sekaligus, pintu samping masih bisa dibuka normal dan ruang penumpang tetap stabil.

Dalam simulasi tersebut, Tiggo 9 berada dalam posisi diam lalu menerima dua benturan besar secara bersamaan. Dari depan, Tiggo 7 menabrak dengan kecepatan 50 km/jam, sementara dari belakang sebuah lori menghantamnya dengan kecepatan 40 km/jam.

Benturan ekstrem dibuat mendekati kondisi nyata

Skema uji yang dipakai Chery tidak dirancang sekadar untuk menunjukkan kerusakan bodi. Skenario ini dibuat agar menyerupai situasi yang bisa terjadi di jalan, seperti saat kendaraan berpindah jalur, terlibat tabrakan di persimpangan, atau ditabrak dari belakang ketika arus lalu lintas melambat.

Dengan pendekatan seperti itu, Chery ingin menampilkan bagaimana struktur bodi, kabin penumpang, dan fitur keselamatan pasif bekerja dalam keadaan yang lebih kompleks. Pengujian ini juga memperlihatkan bahwa perlindungan kendaraan perlu dilihat dari lebih dari satu arah benturan.

Kerusakan luar besar, tetapi ruang penumpang tetap terjaga

Hasil tabrakan menunjukkan kerusakan serius pada bagian luar kendaraan. Sasis, kap mesin, grille, dan bumper di bagian depan kedua kendaraan mengalami kerusakan, sedangkan pintu bagasi Tiggo 9 ikut penyok akibat hantaman dari belakang.

Meski begitu, inti pengujian justru ada pada kondisi kabin. Struktur ruang penumpang tetap stabil setelah benturan keras dari depan dan belakang, sehingga bagian dalam kendaraan tidak mengalami gangguan besar.

Airbag juga mengembang sesuai fungsi untuk membantu melindungi penumpang di dalam kabin. Di sisi lain, panel instrumen dan headunit pada kedua kendaraan dilaporkan tetap utuh setelah tabrakan.

Pintu tetap bisa dibuka dan boneka uji tidak bergeser

Salah satu poin penting dari pengujian ini adalah akses kabin setelah benturan. Seluruh pintu samping pada kendaraan yang diuji masih bisa dibuka normal, yang menunjukkan bahwa struktur dasar kabin tetap mempertahankan bentuknya.

Boneka uji yang ditempatkan di kursi belakang juga tetap berada di posisinya meski menerima benturan besar dari dua arah. Temuan ini memperkuat gambaran bahwa area penumpang mendapat perlindungan yang baik saat tabrakan terjadi.

Chery menekankan keselamatan sebagai tanggung jawab dasar

Gavin Liang, Deputy General Manager Chery Brand, menegaskan bahwa keselamatan tidak cukup hanya disebut lewat slogan pemasaran. Ia menyebut perlindungan penumpang sebagai tanggung jawab dasar pabrikan terhadap pengguna kendaraan.

“Bagi Chery, keselamatan tidak pernah hanya menjadi slogan,” ujarnya. “Setiap perjalanan keluarga berhak mendapatkan perlindungan nyata.”

Pernyataan tersebut sejalan dengan cara Chery membangun lini Tiggo. Pabrikan menyebut model-model itu memakai material bodi kokoh dan manajemen energi benturan yang presisi agar dampak tabrakan bisa diserap serta dialirkan lebih efektif.

Material bodi dan pengujian global ikut ditekankan

Chery juga menyebut penggunaan baja berkekuatan tinggi dan teknologi hot-stamped steel pada area penting bodi. Kombinasi itu dipakai untuk membantu menjaga integritas struktur kendaraan saat menghadapi benturan berat.

Menurut Gavin, standar keselamatan Chery tidak berdiri hanya pada satu pengujian internal. Ia menyebut berbagai program pengujian global yang ketat telah ikut memverifikasi hasil keamanan produk Chery.

Dalam penjelasannya, Tiggo 7 dan Tiggo 8 disebut meraih hasil sangat baik di Euro NCAP dan ANCAP. Sementara itu, Tiggo 7 CSH berhasil memperoleh peringkat 5 bintang Asean NCAP dengan skor terbaik.

Langkah demonstrasi uji tabrak di depan media juga menjadi bagian dari upaya Chery menunjukkan proses pembuktian secara terbuka. Dalam satu tahun terakhir, Chery disebut sudah tiga kali menggelar demonstrasi uji tabrak di hadapan awak media, dengan fokus pada performa struktur kendaraan saat menghadapi kondisi ekstrem.

Berita Terkait