Bontang Tekankan Pelajar Tuntaskan Sekolah, Pernikahan Perlu Kesiapan Menyeluruh

Author: Redaksi Android62

Pemerintah Kota Bontang menegaskan pelajar perlu menuntaskan pendidikan sebelum memikirkan pernikahan. Pesan tersebut disampaikan dalam Bimbingan Pra Nikah Remaja Usia Sekolah se-Kota Bontang Tahun 2026 di Aula Gedung MUI Bontang Selatan.

Pembekalan ini diarahkan untuk memperkuat kesiapan pendidikan, karakter, dan mental remaja. Pemerintah menilai ketiga unsur itu penting sebelum generasi muda kelak membangun keluarga dan mengambil peran di masyarakat.

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Pemkot Bontang, Anwar Sadat, membuka kegiatan itu mewakili Wali Kota Bontang pada Selasa (21/7). Ia menyebut pembinaan sejak usia sekolah sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan daerah.

“Remaja yang hari ini duduk di ruangan ini adalah calon kepala keluarga, calon ibu rumah tangga, calon pemimpin, yang kelak akan menentukan wajah Bontang di masa depan,” ujar Anwar Sadat. Menurutnya, persiapan generasi muda sejak dini akan memperkuat fondasi Bontang pada masa mendatang.

Pendidikan Menjadi Pesan Utama

Ketua Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang, Muhammad Amir, mengatakan pembinaan tersebut rutin dilaksanakan setiap tahun. Sasaran program adalah siswa dan siswi SMA maupun SMK, terutama pelajar kelas XII.

Tema yang diangkat ialah “Berilmu Dulu, Menikah Kemudian”. Tema itu menempatkan penyelesaian pendidikan dan penguasaan ilmu sebagai bekal awal sebelum remaja mempertimbangkan kehidupan rumah tangga.

“Pesan yang ingin kami sampaikan sederhana, tuntaskan dulu pendidikan dan bekali diri dengan ilmu, baru kemudian memikirkan pernikahan,” kata Muhammad Amir. Ia meminta pelajar tidak mendahulukan rencana pernikahan ketika pendidikan belum selesai.

Rangkaian Kegiatan Sasaran Peserta Keterangan
Bimbingan pra nikah remaja Siswa SMA/SMK Sekitar 100 orang Melibatkan sekolah negeri dan swasta yang diundang
Kehadiran saat dimulai Peserta bimbingan Sekitar 80 persen Perwakilan sekolah mengirim siswa dan siswi
Bimbingan calon pengantin Pasangan terdaftar di KUA 50 pasangan atau 100 orang Dijadwalkan pada hari berikutnya

Pelaksanaan tahun ini direncanakan diikuti sekitar 100 peserta dari sekolah-sekolah di Bontang. Masing-masing dari 10 SMA dan SMK negeri dijadwalkan mengirim 10 siswa dan siswi.

Peserta berasal antara lain dari SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMA Negeri 3, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMK Negeri 3, serta SMK Negeri 4 di Bontang Lestari. Sejumlah sekolah swasta juga mendapat undangan untuk mengikuti pembinaan tersebut.

Hingga kegiatan dimulai, kehadiran peserta mencapai sekitar 80 persen. Kegiatan ini tidak hanya membahas persiapan memasuki pernikahan, tetapi juga nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan pelajar sehari-hari.

Nilai itu mencakup menjaga diri, menghormati sesama, dan memilih lingkungan pergaulan yang baik. Peserta diharapkan dapat menerapkannya di sekolah, rumah, maupun lingkungan sekitar.

Kolaborasi Pembentukan Karakter

Anwar Sadat meminta pembinaan remaja tidak berhenti sebagai agenda tahunan. Ia mendorong keterlibatan Gerakan Keluarga Sakinah, Kementerian Agama, DP3AKB, Baznas Kota Bontang, sekolah, dan orang tua.

“Pembentukan akhlak generasi bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab kita bersama,” tegasnya. Kolaborasi lintas lembaga dinilai diperlukan agar semakin banyak remaja memperoleh pembinaan yang memadai.

Baznas Kota Bontang mendukung kegiatan melalui penyediaan konsumsi peserta. Materi disampaikan oleh lima narasumber dari DP3AKB Kota Bontang, Kementerian Agama, Kantor Urusan Agama, dan Gerakan Keluarga Sakinah Kota Bontang.

Rangkaian program akan diteruskan dengan bimbingan bagi calon pengantin yang telah mendaftarkan pernikahan di KUA. Pembinaan itu ditujukan untuk membantu peserta memahami kesiapan agama, hukum, pendidikan, karakter, dan mental dalam membangun keluarga harmonis.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru