Gelar Piala Dunia 2026 tidak menjamin seluruh bonus kemenangan Spanyol masuk utuh ke rekening para pemain. Dari bonus bruto 754.701,92 euro per pemain, sebagian anggota skuad diperkirakan hanya menerima sekitar separuh setelah kewajiban pajak diperhitungkan.
Kontras antara trofi dunia dan potongan bonus itu menjadi salah satu cerita utama selepas kemenangan La Furia Roja. Final yang berakhir 1-0 atas Argentina juga menyisakan protes dari Presiden UEFA Aleksander Ceferin serta ritual koin Marc Cucurella.
| No. | Kabar | Fakta Utama |
|---|---|---|
| 1 | Bonus Spanyol | Bonus bruto tiap pemain mencapai 754.701,92 euro. |
| 2 | Protes UEFA | Aleksander Ceferin tidak hadir pada laga final. |
| 3 | Ritual Cucurella | Bek Spanyol itu mengubur koin sebelum pertandingan. |
1. Bonus Juara Spanyol Tergerus Pajak
Spanyol menjadi kampiun setelah Ferran Torres mencetak gol pada menit ke-106 dalam pertandingan yang berlangsung hingga perpanjangan waktu. Gol itu memastikan kemenangan 1-0 atas Argentina di MetLife Stadium, New Jersey.
Argentina disebut hanya mampu melepaskan dua tembakan sepanjang laga final. Spanyol pada akhirnya memecah kebuntuan pada babak tambahan setelah menguasai jalannya pertandingan.
Menurut Gestha yang dikutip The Mirror, setiap pemain Spanyol berpeluang memperoleh bonus kotor sebesar 754.701,92 euro. Angka itu berasal dari pembagian 45 persen hadiah 44 juta euro dari FIFA untuk tim juara.
Total sekitar 19,8 juta euro dialokasikan untuk dibagi rata kepada 26 pemain Spanyol berdasarkan kesepakatan skuad dengan RFEF. Namun, pajak membuat nilai bersih yang dibawa pulang sebagian pemain diperkirakan menyusut hingga sekitar setengahnya.
2. Ceferin Memilih Tidak Hadir
Ketidakhadiran Aleksander Ceferin di final menambah dimensi lain pada penutupan turnamen. Presiden UEFA itu dilaporkan memilih absen sebagai bentuk protes terhadap FIFA di tengah hubungan dua lembaga yang memanas.
UEFA sebelumnya mengkritik keputusan Komite Disiplin FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun. Sanksi tersebut semula berkaitan dengan kartu merah yang diterima Balogun selama turnamen.
Pembatalan hukuman itu terjadi setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah Balogun. Peristiwa tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kemungkinan pengaruh politik terhadap proses pengambilan keputusan FIFA.
Perselisihan di tingkat pengelola sepak bola kemudian ikut membayangi pertandingan terbesar turnamen. Final bukan hanya menjadi panggung duel Spanyol dan Argentina, melainkan juga latar bagi ketegangan UEFA dengan FIFA.
3. Koin Marc Cucurella di Lapangan
Marc Cucurella menghadirkan kisah personal menjelang final melalui sebuah ritual di lapangan. Bek kiri Spanyol itu terlihat mengubur koin sesaat sebelum pertandingan melawan Argentina dimulai di New York New Jersey Stadium.
Aksi tersebut bukan tradisi yang ia ciptakan sendiri. Cucurella meneruskan kebiasaan legenda Spanyol Joan Capdevila, yang melakukan ritual serupa menjelang final Piala Dunia 2010.
Ritual itu kembali dikaitkan dengan keberhasilan Spanyol merebut trofi dunia setelah menundukkan Argentina. Di tengah perayaan gelar, cerita tentang pajak, protes kelembagaan, dan koin Cucurella memperlihatkan sisi lain dari akhir turnamen.
