Lonjakan paling tajam justru datang dari produk diesel milik BP-AKR. BP Ultimate Diesel kini berada di Rp 25.560 per liter, setelah naik Rp 10.940 dari posisi sebelumnya Rp 14.620 per liter, sehingga menjadi salah satu penyesuaian harga paling mencolok di jaringan SPBU nonsubsidi.
Pergerakan harga serupa juga terlihat pada produk diesel Pertamina. Pertamina Dex naik menjadi Rp 23.900 per liter dari Rp 14.500 per liter, sementara Dexlite berubah ke Rp 23.600 per liter dari Rp 14.200 per liter, sehingga beban pengisian untuk kendaraan diesel ikut terdorong naik cukup besar.
Tekanan harga paling berat ada di segmen diesel
Kenaikan pada dua produk diesel Pertamina berlangsung sangat lebar. Masing-masing produk bertambah Rp 9.400 per liter, dan perubahan itu menjadikan segmen diesel sebagai area yang paling tertekan dibandingkan produk bensin nonsubsidi lainnya.
Pola yang sama juga tampak pada BP-AKR melalui BP Ultimate Diesel. Dengan kenaikan yang lebih tinggi dari produk diesel Pertamina, perubahan harga ini memperlihatkan bahwa kendaraan berbahan bakar diesel menjadi kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya.
Produk bensin beroktan tinggi ikut terkoreksi
Tidak hanya diesel, sejumlah produk bensin beroktan tinggi juga mengalami penyesuaian. Pertamax Turbo kini dijual Rp 19.400 per liter, naik Rp 6.300 dibandingkan harga sebelumnya yang berada di Rp 13.100 per liter.
Di sisi lain, harga beberapa produk lain di jaringan Pertamina tetap lebih stabil. Pertamax tercatat Rp 12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green 95 berada di Rp 12.900 per liter, sehingga tidak seluruh lini nonsubsidi bergerak naik secara serempak.
Harga subsidi masih bertahan
Berbeda dari produk nonsubsidi, BBM subsidi tidak mengalami perubahan harga. Pertalite tetap dipatok Rp 10.000 per liter dan Biosolar masih berada di Rp 6.800 per liter, sehingga kedua produk tersebut belum ikut terseret kenaikan.
Kondisi ini membuat perbedaan harga antara produk subsidi dan nonsubsidi makin terasa, terutama bagi pengguna kendaraan yang selama ini bergantung pada BBM dengan spesifikasi tertentu. Konsumen yang mengejar performa atau kebutuhan mesin diesel kini menghadapi biaya pengisian yang lebih tinggi.
Daftar harga Pertamina di Jakarta
Rincian harga BBM Pertamina yang berlaku di Jakarta menunjukkan kombinasi antara produk yang naik dan yang tetap stabil. Komposisinya memberi gambaran bahwa penyesuaian paling besar tetap terkonsentrasi pada diesel dan bensin beroktan tinggi.
Berikut daftar harga BBM Pertamina di Jakarta:
- Pertamax: Rp 12.300 per liter
- Pertamax Turbo: Rp 19.400 per liter
- Pertamax Green 95: Rp 12.900 per liter
- Dexlite: Rp 23.600 per liter
- Pertamina Dex: Rp 23.900 per liter
- Pertalite: Rp 10.000 per liter
- Biosolar: Rp 6.800 per liter
BP-AKR, Vivo, dan kondisi Shell
BP-AKR tidak hanya menaikkan harga diesel, tetapi juga tetap mencatat produk lain di level yang berbeda. BP 92 berada di Rp 12.390 per liter, sedangkan BP Ultimate tercatat Rp 12.930 per liter, jauh di bawah BP Ultimate Diesel yang melonjak paling tinggi.
Di jaringan Vivo, harga Revvo 92 masih bertahan di Rp 12.390 per liter. Namun, pasokan Revvo 95 dan Diesel Primus Plus dilaporkan kosong di sejumlah wilayah, termasuk Bandung dan Jabodetabek.
Shell berada dalam kondisi berbeda karena penjualan BBM di jaringan SPBU mereka belum kembali beroperasi. Perusahaan menyebut proses perizinan masih berjalan di tingkat otoritas terkait, sambil terus berkoordinasi dengan pemerintah mengenai permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026.
Meski produk BBM belum tersedia, layanan non-BBM Shell tetap berjalan di beberapa lokasi. Shell Select, bengkel, dan Shell Recharge masih beroperasi normal, sehingga aktivitas di SPBU tersebut belum sepenuhnya berhenti.







