BP Naikkan Harga BBM, Shell dan Vivo Masih Menahan Langkah Di Tengah Tekanan Pasar Energi

Author: Redaksi Android62

BP menjadi badan usaha yang paling cepat menyesuaikan harga BBM di tengah pergerakan harga energi yang masih sensitif. Dalam daftar terbaru, BP Ultimate tercatat Rp 12.930 per liter, BP 92 Rp 12.390 per liter, dan BP Ultimate Diesel melonjak menjadi Rp 25.560 per liter.

Perubahan pada BP Ultimate Diesel menarik perhatian karena nilainya jauh lebih tinggi dibanding harga sebelumnya yang tercatat Rp 14.620 per liter. Kenaikan pada produk diesel ini memperlihatkan bahwa segmen solar non-subsidi masih paling rentan terhadap tekanan pasar.

Di sisi lain, Shell belum mengumumkan penyesuaian harga BBM. Daftar harga yang masih beredar untuk Shell disebut merujuk pada data sejak 1 Maret 2026, dengan Shell Super Rp 12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp 14.620 per liter.

Kondisi Shell juga disebut masih dipengaruhi oleh kelangkaan stok, sehingga pergerakan harga berlangsung lebih lambat dibanding BP. Situasi ini membuat pasar menunggu apakah Shell akan mengikuti arah penyesuaian yang sudah lebih dulu dilakukan oleh pemain lain.

Vivo pun belum mencatat perubahan harga sejak awal Maret 2026. Dalam daftar yang masih tercantum, Revvo 92 dipatok Rp 12.390 per liter, Revvo 95 Rp 12.930 per liter, dan Diesel Primus Rp 14.610 per liter.

Laporan tersebut juga menyebut Vivo kabarnya mulai mengalami kelangkaan stok BBM untuk jenis solar. Jika pasokan belum membaik, langkah penyesuaian harga dari badan usaha ini kemungkinan akan berjalan lebih hati-hati.

Gelombang penyesuaian harga di SPBU swasta tidak lepas dari langkah Pertamina yang lebih dahulu menaikkan sejumlah produk non-subsidi. Berdasarkan laman resmi Pertamina, perubahan itu berlaku pada Sabtu, 18 April 2026, dan mencakup Pertamax Turbo, Dexlite, serta Pertamina Dex.

Di Jakarta, Pertalite masih tercatat Rp 10.000 per liter dan solar subsidi Rp 6.800 per liter. Untuk produk non-subsidi lainnya, Pertamax dipatok Rp 12.300 per liter dan Pertamax Green Rp 12.900 per liter.

Kenaikan paling tajam terlihat pada Pertamax Turbo yang naik menjadi Rp 19.400 per liter dari sebelumnya Rp 13.100 per liter. Dexlite juga naik menjadi Rp 23.600 per liter dari sebelumnya Rp 14.200 per liter, sementara Pertamina Dex menjadi Rp 23.900 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Pergerakan harga di Pertamina, BP, Shell, dan Vivo menunjukkan bahwa tekanan pada produk energi non-subsidi masih terasa kuat. Di tengah situasi itu, perhatian pasar tetap tertuju pada pembaruan harga berikutnya, terutama dari Shell dan Vivo, karena produk solar dinilai paling cepat merespons perubahan kondisi pasar.

Source: www.viva.co.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru