BP Ultimate Diesel Meroket Ke Rp25.560 Per Liter, Harga BBM Non-Subsidi Pertamina Ikut Naik

BP Ultimate Diesel menjadi sorotan setelah harganya naik hingga Rp25.560 per liter, menjadikannya salah satu BBM non-subsidi dengan harga tertinggi yang tercatat dalam penyesuaian terbaru. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan perubahan harga pada sejumlah produk non-subsidi milik Pertamina di berbagai wilayah Indonesia.

Di saat harga produk non-subsidi bergerak naik, BBM subsidi dan penugasan tetap tidak berubah. Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter, sedangkan Solar subsidi bertahan di Rp6.800 per liter, sehingga dampak penyesuaian harga hanya dirasakan konsumen yang memakai BBM non-subsidi.

Kenaikan paling tajam terjadi pada produk diesel

Perubahan harga yang paling mencolok terlihat pada lini diesel. Dexlite kini dipatok Rp23.600 per liter dari sebelumnya Rp14.200 per liter, sementara Pertamina Dex naik menjadi Rp23.900 per liter dari Rp14.500 per liter.

BP juga menyesuaikan harga BP Ultimate Diesel dari Rp14.620 per liter menjadi Rp25.560 per liter. Selisihnya mencapai Rp10.940 per liter, sehingga produk ini mencatat lonjakan paling besar dalam daftar penyesuaian yang terjadi.

Pertamax Turbo ikut naik signifikan

Selain diesel, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan cukup besar. Harga produk ini berubah dari Rp13.100 per liter menjadi Rp19.400 per liter, atau naik Rp6.300 per liter.

Meski kenaikannya tidak setinggi varian diesel, perubahan pada Pertamax Turbo tetap menunjukkan bahwa penyesuaian harga menyentuh produk non-subsidi dengan karakter performa tinggi. Pergerakan ini memperlihatkan bahwa dinamika harga tidak seragam, tetapi sama-sama mengarah ke level yang lebih tinggi dibandingkan harga sebelumnya.

Harga yang tidak ikut berubah

Di tengah penyesuaian tersebut, dua produk non-subsidi lain milik Pertamina justru tetap berada pada harga lama. Pertamax masih dijual Rp12.300 per liter, sedangkan Pertamax Green bertahan di Rp12.900 per liter.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa tidak semua produk non-subsidi bergerak naik pada saat yang sama. Namun, perubahan pada sejumlah varian diesel dan performa tinggi tetap membuat jarak harga antarpilihan BBM semakin lebar.

Daftar harga terbaru yang tercatat

Berikut rincian penyesuaian harga BBM non-subsidi yang tercatat:

  1. Pertamax Turbo: dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter
  2. Dexlite: dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter
  3. Pertamina Dex: dari Rp14.500 menjadi Rp23.900 per liter
  4. BP Ultimate Diesel: dari Rp14.620 menjadi Rp25.560 per liter

Rangkaian perubahan tersebut menunjukkan bahwa produk diesel menjadi kelompok yang paling terdampak dalam penyesuaian kali ini. Sementara itu, produk subsidi tetap berada di harga semula sehingga konsumen yang menggunakannya belum merasakan perubahan langsung.

Harga non-subsidi mengikuti pasar

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah hanya mengatur harga BBM subsidi. Adapun harga BBM non-subsidi mengikuti kondisi pasar global sesuai ketentuan dalam peraturan Menteri ESDM tahun 2022.

Bahlil juga menyebut BBM seperti Pertamax Turbo dan solar CN 51 sebagai produk yang bergerak mengikuti pasar, bukan instrumen subsidi negara. Penjelasan itu disampaikan usai memberi materi kepada peserta retret Ketua DPRD di Akademi Militer, Magelang.

Dengan mekanisme tersebut, penyesuaian harga pada BBM non-subsidi dapat terjadi lebih cepat dibanding BBM yang mendapat perlindungan harga dari pemerintah. Karena itu, perubahan harga terbaru dari Pertamina dan BP kembali mempertegas perbedaan perlakuan antara BBM subsidi dan non-subsidi bagi konsumen.

Berita Terkait