Sporting Braga pulang dari leg pertama semifinal Liga Europa dengan modal tipis setelah menaklukkan SC Freiburg 2-1 di Stadion Municipal de Braga. Keunggulan itu membuat peluang Braga ke final tetap hidup, tetapi belum aman karena leg kedua akan digelar di Jerman.
Hasil tersebut juga menyisakan kabar buruk bagi tim tuan rumah. Victor Gomez harus dibawa ke rumah sakit usai mengalami patah tulang pada tangan kiri, sehingga kemenangan Braga terasa jauh dari sempurna.
Braga tetap bertahan di tengah tekanan
Pertandingan berjalan keras dan Braga tidak selalu berada dalam posisi nyaman. Mereka sempat goyah saat laga berlangsung ketat, lalu harus merespons setelah terjadi kesalahpahaman antarpemain yang berujung pada gol penyeimbang.
Di momen lain, Braga juga kehilangan kesempatan untuk memperlebar jarak karena gagal memaksimalkan penalti. Meski begitu, tekanan tetap dijaga hingga tuan rumah akhirnya kembali unggul dan mengunci kemenangan 2-1.
Carlos Vicens menilai timnya menunjukkan daya juang yang besar sepanjang laga. Ia menegaskan para pemain tidak berhenti berusaha dan pantas membawa keunggulan kecil menuju pertemuan berikutnya.
Cedera Gomez dan masalah kebugaran lain
Insiden paling serius dialami Victor Gomez pada menit ke-64 ketika ia terjatuh dengan posisi lengan yang tidak sempurna. Bek sayap itu sempat mencoba melanjutkan pertandingan dengan perban, tetapi pemeriksaan lanjutan membuatnya harus menuju rumah sakit.
Vicens mengonfirmasi Gomez mengalami cedera tulang dan masih menunggu hasil pemeriksaan lengkap. Kondisi itu langsung menjadi perhatian karena Braga membutuhkan ketenangan di sisi kanan pertahanan menjelang leg kedua.
Masalah kebugaran tidak berhenti di situ karena Ricardo Horta juga sempat mengalami gangguan. Situasi tersebut memaksa staf pelatih bergerak cepat menyesuaikan rencana yang sudah disiapkan sebelumnya.
Penyesuaian tak mengurangi intensitas
Vicens menjelaskan bahwa penempatan Ricardo Horta lebih melebar ke sisi kiri bertujuan membuka kombinasi dari dalam. Saat keadaan berubah, Braga ikut menyesuaikan peran sejumlah pemain, termasuk Mario, yang memberi karakter berbeda dalam pola serangan.
Menurut Vicens, perubahan itu tidak mengurangi kualitas kerja tim di lapangan. Ia menilai para pemain tetap tampil total dan mempertahankan intensitas sampai pertandingan berakhir.
Pelatih Braga itu juga menilai kemenangan ini layak diraih karena kerja keras tim sepanjang laga. Bagi Vicens, semangat kolektif menjadi pembeda dalam pertandingan yang berlangsung rapat dan penuh gangguan.
Penalti yang gagal tidak mengubah kepercayaan pelatih
Vicens turut membela Zalazar setelah gagal mengeksekusi penalti. Ia menilai kegagalan seperti itu wajar karena hanya pemain yang berani mengambil tanggung jawab besar yang punya peluang untuk gagal.
Zalazar, menurut Vicens, tetap punya kontribusi penting selama musim ini, termasuk dalam momen-momen krusial. Karena itu, satu kegagalan dari titik putih tidak mengubah kepercayaan pelatih terhadap perannya di skuad Braga.
Freiburg sendiri sempat menyamakan keadaan lewat penalti Vincenzo Grifo sebelum Braga kembali mengambil kendali. Skor 2-1 membuat leg kedua di Jerman menjadi penentu siapa yang berhak melaju ke partai final.







