Gol telat Mario Dorgeles membuat Sporting Braga menutup leg pertama semifinal Liga Europa dengan kemenangan 2-1 atas SC Freiburg. Hasil itu memberi Braga keuntungan penting karena mereka kini membawa modal tipis ke leg kedua di Jerman.
Laga di Estadio Municipal de Braga berjalan ketat dan baru ditentukan pada masa injury time. Freiburg sempat membuat pertandingan tampak akan berakhir imbang, tetapi eksekusi Dorgeles pada menit ke-90+2 mengubah situasi dan menjaga peluang Braga menuju final tetap terbuka.
Braga sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Tekanan awal mereka langsung berbuah gol ketika Victor Gomez mengirim umpan yang diselesaikan Demir Tiknaz dengan tembakan akurat pada menit ke-8.
Keunggulan tuan rumah tidak bertahan lama karena Freiburg merespons cepat. Jan-Niklas Beste memberi umpan yang kemudian diselesaikan Vincenzo Grifo pada menit ke-16 untuk menyamakan skor menjadi 1-1.
Setelah kedua tim saling membalas, tempo pertandingan berubah. Braga dan Freiburg sama-sama lebih berhati-hati, sehingga alur permainan menjadi rapat dan ruang di lini tengah semakin terbatas.
Situasi itu membuat laga berlangsung alot dalam waktu yang cukup panjang. Kedua tim berusaha menjaga struktur permainan dan tidak mudah membuka celah, sehingga peluang bersih menjadi jarang muncul.
Braga juga sempat mendapat kesempatan besar untuk kembali unggul sebelum jeda. Wasit menunjuk titik putih setelah Gustaf Lagerbielke dilanggar Philipp Lienhart di kotak penalti, tetapi Rodrigo Zalazar gagal menuntaskannya pada menit ke-45+2.
Noah Atubolu tampil gemilang dalam momen itu. Kiper Freiburg tersebut membaca arah bola dengan tepat dan menepis penalti, sekaligus menjaga tim tamu tetap hidup di pertandingan.
Penyelamatan itu kembali menegaskan kemampuan Atubolu dalam situasi satu lawan satu. Data yang disebutkan menunjukkan bahwa ia sudah menggagalkan enam dari tujuh penalti musim ini, sebuah catatan yang sangat membantu Freiburg pada laga ini.
Braga kemudian harus menghadapi pukulan lain ketika Ricardo Horta ditarik keluar lebih awal karena cedera pada menit ke-25. Kapten tim itu digantikan oleh Mario Dorgeles, dan pergantian tersebut akhirnya menjadi penentu hasil akhir.
Ketika pertandingan hampir selesai dengan skor imbang, Dorgeles muncul sebagai pembeda. Ia menerima bola dari Vitor Carvalho dan langsung melepaskan tembakan yang tak mampu dijangkau Atubolu, sebelum memastikan Braga menang 2-1.
Hasil ini memberi Braga posisi yang lebih nyaman menjelang pertemuan berikutnya. Mereka hanya perlu hasil imbang pada leg kedua untuk mengamankan tempat di final, sedangkan Freiburg harus mencari cara membalikkan keadaan di kandang sendiri.
Tugas Freiburg jelas tidak sederhana karena mereka membutuhkan kemenangan dengan selisih dua gol untuk lolos. Namun, peluang belum tertutup karena duel masih menyisakan leg penentuan, meski gol larut Dorgeles membuat Braga kini berada selangkah lebih dekat ke partai puncak.
Pertandingan ini juga diwarnai absennya sejumlah pemain dari kedua kubu. Braga tidak diperkuat Adrian Leon Barisic, Bright Arrey-Mbi, Diego Rodrigues, Florian Grillitsch, Gabri Martinez, Sikou Niakate, serta Gabriel Moscardo yang menjalani skorsing, sementara Freiburg kehilangan Daniel-Kofi Kyereh, Maximilian Rosenfelder, dan Patrick Osterhage karena cedera.
Source: mediaindonesia.com






