Brigade Parasut IDF Kembali Latih Pendaratan Berat, Setelah 2,5 Tahun Terhenti

Author: Redaksi Android62

Brigade Parasut IDF kembali menguji kemampuan yang lama tidak disentuh, yakni mendaratkan pasukan terjun payung beserta perlengkapan beratnya ke zona tempur dengan pesawat angkut. Latihan ini menjadi penanda penting setelah latihan serupa terhenti selama dua setengah tahun di tengah perang yang masih berlangsung.

Fokus utama drill tersebut bukan hanya memindahkan personel, tetapi juga menghubungkan manuver udara dan darat secara lebih rapat. IDF menempatkan skenario ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapan menghadapi kondisi operasi yang kompleks di berbagai sektor.

Pesawat, kendaraan, dan pasukan dilatih dalam satu rangkaian

Latihan melibatkan Batalyon 202 yang membawa batalion berikut perlengkapannya ke zona tempur menggunakan pesawat angkut Karnaf dan Shimshon. Dua pesawat tiba di fasilitas Hatzerim, lalu kendaraan dimuat dan pasukan berlatih masuk bersama kekuatan pendukungnya.

Wakil komandan Batalyon 202, Mayor P., menjelaskan bahwa rangkaian itu dibagi ke beberapa elemen agar setiap tahap bisa diuji secara terpisah. Proses bongkar muat di lapangan juga masuk dalam drill, karena infanteri harus siap menghadapi berbagai perkembangan yang mungkin terjadi di lapangan.

Pengangkutan kekuatan penuh tetap jadi pekerjaan rumit

Pilot Skuadron 131, Kapten D., menyebut pengangkutan tentara ke sektor tempur sudah beberapa kali terjadi selama dua setengah tahun terakhir, termasuk dalam perang yang sedang berlangsung. Namun, membawa kekuatan besar bersama kendaraan dan perlengkapannya tetap merupakan prosedur yang rumit.

Menurut Kapten D., setiap kendaraan memiliki tingkat kesulitan sendiri saat dimuat ke pesawat. Ia menambahkan bahwa semakin dekat ke tanah, proses itu menjadi semakin kompleks dan menuntut ketelitian lebih tinggi.

Unsur Latihan Keterangan
Batalyon Batalyon 202
Pesawat angkut Karnaf dan Shimshon
Lokasi fasilitas Hatzerim
Fokus Pemuatan, pergerakan, dan bongkar muat pasukan beserta kendaraan

Hubungan udara dan darat kembali dipertegas

Latihan pekan ini juga menunjukkan penekanan baru IDF terhadap hubungan operasional antara Angkatan Udara dan pasukan darat. Kapten D. mengatakan hubungan dengan pasukan terjun payung sejak 7 Oktober sangat kuat, dan skuadronnya banyak terlibat dalam misi logistik, pengangkutan tentara dan kendaraan, serta tugas tambahan lainnya.

Ia juga menyebut hubungan personal dengan Mayor P. yang sudah terjalin sejak Bahad 1. Bagi dirinya, dukungan skuadron terhadap manuver darat terasa penting secara profesional maupun emosional.

Pengalaman perang masih membekas

Mayor P. menuturkan bahwa banyak hal terkait kesiapan sempat terabaikan karena kebutuhan operasional selama perang. Menurut dia, adanya ketenangan operasional memberi ruang untuk kembali berinvestasi pada hal-hal tambahan dan memperbaiki kerja sama dengan pesawat.

Dalam rangkaian operasi sejak 7 Oktober, Angkatan Udara memang telah melakukan banyak pergerakan pasukan ke zona tempur dengan pesawat Shimshon dan Karnaf. Pengalaman itu menunjukkan bahwa setiap pemindahan pasukan dan perlengkapan di medan perang tetap membawa risiko tinggi.

Salah satu kejadian yang disebut terjadi dekat Kibbutz Alumim memperlihatkan risiko tersebut. Sebuah helikopter Yasur yang baru menurunkan tentara dari Batalyon 890 ke wilayah pertempuran di Kibbutz Be’eri terkena rudal anti-tank, terbakar setelah dihantam, dan tidak ada tentara atau awak yang terluka selain pilot yang mengalami luka ringan di tangan.

Berita Terbaru