Honda Brio 2026 kini memiliki varian CVT paling terjangkau di lini produknya. PT Honda Prospect Motor memasarkan Brio S CVT dengan harga mulai Rp173,5 jutaan untuk konsumen yang mengincar mobil matic ringkas dan ekonomis.
Posisi itu membuat Brio S CVT langsung masuk radar pembeli pertama dan keluarga muda. Di segmen mobil kecil yang praktis untuk penggunaan harian, harga yang kompetitif masih menjadi pertimbangan utama banyak konsumen.
Posisi baru di keluarga Brio
Kehadiran Brio S CVT memperluas pilihan dalam keluarga Brio yang sebelumnya sudah diisi tipe S, tipe E, dan tipe RS. Dengan opsi ini, Honda memberi jalur masuk yang lebih rendah bagi konsumen yang ingin transmisi otomatis tanpa harus naik ke varian yang lebih mahal.
Strategi tersebut juga penting untuk menjaga daya saing Brio di segmen hatchback kecil dan Low Cost Green Car. Varian S CVT mengisi celah di antara kebutuhan mobil harian yang efisien dan keinginan akan kenyamanan matic.
| Varian | Posisi | Catatan |
|---|---|---|
| Brio S CVT | Otomatis paling murah | Mulai Rp173,5 jutaan |
| Brio S | Varian dasar | Masih ada pilihan manual |
| Brio E | Di atas tipe S | Memiliki beberapa perlengkapan tambahan |
| Brio RS | Paling sporty | Menonjolkan tampilan yang lebih agresif |
Desain sederhana, tetap fungsional
Secara tampilan luar, Brio S CVT mempertahankan gaya yang simpel dan bersih. Bagian depan dibuat minimalis tanpa fog lamp, sehingga karakter fungsionalnya terasa lebih kuat.
Salah satu pembeda yang langsung terlihat ada pada pelek alloy. Detail ini memberi kesan lebih modern dibanding tipe S manual yang masih menggunakan pelek kaleng dengan dop.
Di sisi lain, ada beberapa pengurangan fitur dibanding varian E. Brio S CVT tidak dibekali wiper belakang dan masih memakai antena model pole atau tanduk.
Bagi sebagian konsumen, pendekatan seperti ini justru dinilai sesuai dengan kebutuhan mobil kota. Fokusnya tetap pada kepraktisan, kemudahan perawatan, dan karakter Brio sebagai hatchback kecil yang lincah.
Kabin sederhana dengan sentuhan modern
Masuk ke kabin, suasana interior didominasi warna hitam. Jok menggunakan material kain dengan motif garis-garis putih yang membuat tampilan ruang dalam tidak terasa terlalu polos.
Meski berstatus sebagai varian paling murah dengan CVT, Honda tetap menyematkan head unit layar sentuh. Perangkat ini menjadi nilai tambah karena mendukung konektivitas smartphone.
Sistemnya masih berbasis mirroring melalui browser, tetapi tetap membantu pengguna mengakses navigasi digital saat berkendara. Untuk mobil perkotaan, fitur seperti ini memberi nilai praktis yang cukup penting.
Mesin 1.200 cc dan CVT yang halus
Brio S CVT dibekali mesin 1.200 cc 4-silinder SOHC dengan tenaga 89 dk dan torsi 110 Nm. Tenaga tersebut disalurkan melalui transmisi CVT yang halus untuk penggunaan harian.
Kombinasi itu membuat mobil ini cocok menghadapi lalu lintas padat dan pola berkendara stop-and-go. Honda tampak tetap menjaga formula utama Brio, yakni ukuran kompak, performa yang teruji, dan kemudahan penggunaan.
Dengan harga mulai Rp173,5 jutaan, Brio S CVT hadir sebagai opsi menarik bagi konsumen yang mencari mobil keluarga kecil dengan transmisi otomatis dan fitur yang masih relevan. Di tengah kebutuhan akan mobil yang praktis dan hemat, varian ini menjadi salah satu pilihan paling rasional di kelasnya.
