BSN Kini Jadi Bank Syariah Terbesar Kedua, Asetnya Tembus Rp73,07 Triliun

Author: Redaksi Android62

Bank Syariah Nasional atau BSN menutup 2025 dengan skala yang jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Aset perseroan menembus Rp73,07 triliun, membuat BSN disebut sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia.

Lonjakan itu tidak berhenti pada neraca. Dana pihak ketiga, pembiayaan, pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib, hingga laba bersih sama-sama bergerak naik tajam setelah proses pengalihan aset dan liabilitas dari Bank Victoria Syariah serta unit usaha syariah BTN.

Lonjakan aset dan dana masyarakat

Per 31 Desember 2025, total aset BSN tercatat Rp73,07 triliun. Angka itu melesat 2.104,5% dari posisi Rp3,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Kenaikan serupa terlihat pada dana pihak ketiga. DPK BSN mencapai Rp58,73 triliun, naik 4.206,5% dibandingkan Rp1,36 triliun pada 2024.

Pembiayaan ikut menguat

Di sisi penyaluran dana, pembiayaan BSN juga bertumbuh besar. Realisasinya mencapai Rp54,87 triliun, atau melonjak 4.083,8% dari Rp1,31 triliun pada tahun sebelumnya.

Pendapatan pengelolaan dana sebagai mudharib turut ikut terkerek. Nilainya naik 1.112,3% menjadi Rp2,73 triliun dari Rp224,8 miliar.

Laba bersih naik lebih dari tiga kali lipat

Di tengah ekspansi neraca dan penyaluran dana, BSN juga mencatat perbaikan laba. Laba bersih perseroan mencapai Rp83,64 miliar, tumbuh 313,85% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar Rp20,21 miliar.

Kenaikan laba ini menunjukkan bahwa skala bisnis yang membesar berjalan beriringan dengan penguatan kinerja operasional. Proses integrasi aset dan liabilitas dari dua entitas syariah sebelumnya menjadi salah satu pendorong utama perubahan tersebut.

Dukungan induk usaha dan arah bisnis baru

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor menilai capaian itu lahir dari dukungan seluruh pemangku kepentingan, termasuk BTN sebagai induk usaha. Ia menyebut dukungan tersebut menjadi motor bagi BSN untuk menampilkan performa terbaik.

“Pencapaian ini adalah anugerah dan bukti kepercayaan stakeholder. Dukungan BTN sebagai induk menjadi motor bagi Bank BSN untuk memberikan performa terbaik,” ujar Alex dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).

Ke depan, BSN menyiapkan penguatan ekosistem pembiayaan perumahan berbasis syariah. Perseroan juga mengembangkan layanan digital dan mendorong peningkatan inklusi keuangan syariah.

Alex menegaskan BSN ingin menjadi bank syariah modern yang berorientasi digital. Arah itu dipakai untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus memperkuat posisi BSN di persaingan industri perbankan syariah.

Jaringan layanan ikut mendukung ekspansi

Peningkatan bisnis BSN juga ditopang oleh jaringan layanan yang luas. Hingga akhir 2025, perseroan mengoperasikan 37 kantor cabang, 82 kantor cabang pembantu, tiga outlet prioritas, dan 546 kantor layanan syariah atau KLS di seluruh Indonesia.

Seluruh jaringan tersebut terintegrasi dengan jaringan ATM BTN. Integrasi ini memperkuat akses nasabah terhadap produk dan pembiayaan syariah, sekaligus mendukung perluasan layanan BSN ke depan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru