PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. membidik penerbitan obligasi perumahan yang berpotensi menjadi instrumen modal tier 2 pada semester II/2026. Rencana ini dibahas ketika laba bersih konsolidasi BTN melonjak 40,8% secara tahunan menjadi Rp2,40 triliun pada semester I/2026.
Penerbitan tersebut masih berada pada tahap pembahasan bersama PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF. BTN belum menyatakan bahwa aksi korporasi itu telah diputuskan atau direalisasikan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pembicaraan dengan SMF mencakup dua skema. Skema pertama berupa sekuritisasi senilai sekitar Rp300 miliar hingga Rp400 miliar, sedangkan skema kedua adalah pembelian obligasi perumahan yang akan diterbitkan BTN.
Menurut Nixon, obligasi tersebut diharapkan dapat berstatus sebagai modal tier 2. Ia menyampaikan bahwa pelaksanaannya ditargetkan pada semester II/2026 apabila pembahasan dapat diselesaikan.
Dua Agenda Bersama SMF
| Agenda | Nilai atau Bentuk | Status |
|---|---|---|
| Sekuritisasi | Rp300 miliar–Rp400 miliar | Masih dibahas |
| Obligasi perumahan BTN | Berpotensi menjadi modal tier 2 | Dibidik semester II/2026 jika terealisasi |
Kedua agenda itu menempatkan SMF dalam rencana penguatan pembiayaan perumahan BTN. Namun, sekuritisasi dan obligasi merupakan skema yang berbeda serta masih sama-sama dalam tahap penjajakan.
Rencana obligasi muncul di tengah ekspansi neraca BTN yang terus berlanjut. Kredit dan pembiayaan konsolidasi bank ini mencapai Rp418,11 triliun hingga akhir semester I/2026, naik 11,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan Kredit Ditopang Portofolio Non-Perumahan
Kredit perumahan BTN tercatat Rp332,88 triliun per Juni 2026. Nilai itu meningkat 4,8% secara tahunan dari posisi Rp317,77 triliun pada Juni 2025.
Di sisi lain, kredit non-perumahan tumbuh jauh lebih tinggi. Portofolionya meningkat 46,1% secara tahunan dari Rp58,34 triliun menjadi Rp85,22 triliun.
| Indikator | Semester I/2026 | Pertumbuhan Tahunan |
|---|---|---|
| Laba bersih konsolidasi | Rp2,40 triliun | 40,8% |
| Kredit dan pembiayaan | Rp418,11 triliun | 11,2% |
| Total aset | Rp545,16 triliun | 12,4% |
| Dana Pihak Ketiga | Rp433,00 triliun | 6,6% |
Total aset konsolidasi BTN meningkat menjadi Rp545,16 triliun, atau tumbuh 12,4% secara tahunan. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, posisi aset tercatat Rp484,96 triliun.
Struktur Dana Menjadi Landasan Ekspansi
Dana Pihak Ketiga BTN mencapai Rp433,00 triliun pada semester I/2026, naik 6,6% secara tahunan dari Rp406,38 triliun. Perseroan terus mengupayakan penguatan dana murah untuk menopang pertumbuhan dalam jangka panjang.
Langkah yang ditempuh mencakup akuisisi dana ritel, peningkatan transaksi digital, penguatan layanan penggajian, serta perluasan kerja sama dengan pemerintah daerah dan institusi. Upaya tersebut menempatkan biaya dana BTN di kisaran 3,01% sepanjang semester I/2026.
Dengan pertumbuhan laba, kredit, aset, dan penghimpunan dana yang tetap berjalan, BTN kini menyiapkan opsi pendanaan tambahan melalui kerja sama dengan SMF. Kepastian penerbitan obligasi modal tier 2 masih menunggu hasil pembahasan kedua pihak.
