Buffett Sebut Kevin Warsh Punya Modal Kuat Jaga Inflasi 2%, Ini Alasannya

Author: Redaksi Android62

Warren Buffett menilai Kevin Warsh punya bekal kuat untuk menjaga inflasi tetap di level 2% sambil mempertahankan lapangan kerja maksimal. Penilaian itu ia sampaikan kepada CNBC saat membahas sosok yang baru memimpin the Federal Reserve.

Buffett mengatakan Warsh akan berupaya menjalankan tugas itu sebaik mungkin karena peduli pada negara. Ia menambahkan, keputusan di posisi seperti itu memang tidak mudah karena menyangkut tanggung jawab besar.

Fokus kebijakan yang dinilai Buffett

Dalam pernyataannya, Buffett menyebut Warsh akan berusaha keras mencapai target inflasi 2% dan menjaga pasar kerja tetap kuat. Ia menegaskan, “Saya pikir dia akan melakukan yang terbaik untuk mencapai tugas yang diberikan kepadanya, yaitu inflasi 2%, dan mempertahankan lapangan kerja maksimal.”

Buffett juga berkata, “Dia peduli pada negara ini.” Namun, ia mengingatkan bahwa niat baik tidak otomatis membuat semua keputusan menjadi benar.

Warsh sendiri mengambil alih kepemimpinan the Fed pada Mei setelah dinominasikan Presiden Donald Trump dan dikonfirmasi oleh Kongres. Pada Rabu, ia dijadwalkan kembali ke Capitol untuk memberi kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat.

Gambaran ekonomi yang disampaikan Warsh

Dalam kesaksian perdananya di Kongres, Warsh menggambarkan ekonomi Amerika Serikat dalam kondisi solid. Ia menyebut aktivitas ekonomi berkembang dengan kecepatan yang kuat, sementara konsumsi rumah tangga masih tumbuh moderat.

Warsh juga mengatakan output manufaktur meningkat stabil sepanjang tahun ini, meski sektor perumahan masih tertinggal. Di sisi lain, ia menyoroti investasi bisnis yang melonjak sebagai ciri paling menonjol dari ekonomi saat ini.

Ia menjelaskan bahwa laju investasi yang cepat itu sebagian besar dipicu pembangunan pusat data dan permintaan besar terhadap peralatan serta perangkat lunak terkait AI. Warsh menilai perkembangan itu perlu dicermati karena dapat memengaruhi inflasi dan pasar tenaga kerja.

Pokok Pernyataan Isi Utama Atribusi
Target kebijakan Inflasi 2% dan lapangan kerja maksimal Warren Buffett
Kondisi ekonomi Aktivitas solid, konsumsi moderat, manufaktur naik stabil Kevin Warsh
Risiko yang dipantau Implikasi investasi AI terhadap inflasi dan tenaga kerja the Fed

Produktivitas dan pasar kerja masih kuat

Warsh menilai pertumbuhan produktivitas AS masih kuat, bahkan sudah dimulai sebelum adopsi kecerdasan buatan meningkat seperti sekarang. Menurut dia, kekuatan produktivitas itu ikut membuat ekonomi tetap tangguh.

Untuk pasar kerja, Warsh menyebut kondisinya stabil secara luas. Ia mengatakan penciptaan lapangan kerja berjalan seiring dengan angkatan kerja, tingkat pengangguran rendah dan hampir tidak berubah selama setahun terakhir, serta hanya sedikit pemutusan hubungan kerja.

Ia juga mencatat masih ada sedikit variasi pada tingkat lowongan pekerjaan dan pertumbuhan upah nominal yang solid. Bagi Warsh, indikator-indikator itu menunjukkan ekonomi berada dalam posisi yang cukup seimbang, walau tekanan inflasi tetap harus dijaga.

Dalam kesaksiannya, Warsh turut menyinggung lima gugus tugas yang ia tunjuk untuk mencari cara meningkatkan pelaksanaan kebijakan moneter. Ia menyebut langkah tersebut penting agar the Fed dapat membuat keputusan yang lebih baik dan meninggalkan periode inflasi tinggi di belakang.

“Kita memiliki kewajiban untuk mengarahkan lembaga ini ke depan, untuk melihat kembali praktik-praktik saat ini guna memastikan kita melayani tujuan kita,” kata Warsh. Ia menegaskan, “Tujuannya di sini adalah untuk membekali Fed agar dapat membuat keputusan yang lebih baik dalam kebijakan moneter dan untuk meninggalkan tahun-tahun inflasi tinggi ini di belakang kita.”

Di tengah perhatian pasar terhadap arah kebijakan the Fed, dukungan Buffett membuat Warsh semakin disorot. Fokusnya pada inflasi 2%, produktivitas, dan kondisi pasar kerja kini menjadi bagian penting dari pembacaan publik terhadap langkah bank sentral Amerika Serikat.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru