Bukan Karetnya Yang Bikin Footstep Belakang Obak, Dudukan Besinya Sering Jadi Biang Kerok

Masalah footstep belakang motor yang oblak sering kali tidak selesai hanya dengan mengganti bagian pijakannya. Pada banyak kasus, sumber utamanya justru ada di besi pemegang yang sudah aus sehingga pengunci tidak lagi bekerja rapat.

Kondisi ini kerap mengecoh pemilik motor karena yang terlihat rusak dari luar biasanya karet footstep. Padahal, selama titik tumpu dan plat penguncinya sudah terkikis, footstep tetap bisa terasa longgar meski unitnya baru.

Menurut Suryo, mekanik bengkel R59 Racing di Ciputat, Tangerang Selatan, bagian yang paling sering mengalami keausan adalah besi pemegang footstep belakang. Komponen itu terus menerima gesekan saat footstep dibuka-tutup dan juga saat menahan beban penumpang.

Sumber kelonggaran ada di dudukan

Pada footstep belakang, sistem penguncian bergantung pada plat dan titik tumpu di besi pemegang. Begitu bagian ini mulai terkikis, posisi footstep tidak lagi pas saat dilipat.

Akibatnya, mekanisme kunci tidak bekerja sebagaimana mestinya dan pijakan cenderung tetap berada dalam posisi terbuka. Gejala seperti ini biasanya muncul pada motor yang sudah lama dipakai dan sering digunakan untuk berboncengan.

Semakin sering footstep dimainkan, semakin besar pula peluang dudukannya aus. Karena itu, kelonggaran pada footstep belakang lebih sering ditemukan pada motor harian yang aktif dipakai.

Karet bukan selalu biang masalah

Banyak pemilik motor langsung curiga pada karet footstep karena bagian itu memang bisa menipis dan menjadi licin. Dugaan tersebut tidak keliru, tetapi tidak selalu menjawab sumber oblak yang sebenarnya.

Jika yang rusak hanya karetnya, mengganti pijakan bisa membantu. Namun, bila besi pemegang sudah termakan aus, penggantian footstep saja tidak akan menghilangkan kelonggaran.

Itulah sebabnya footstep belakang bisa tetap oblak meski sudah diganti baru. Komponen baru tetap akan terasa longgar ketika dipasang pada dudukan yang sudah tidak presisi.

Suryo menyebut kasus seperti ini cukup sering dijumpai pada motor bebek dan matik Honda lawas. Ciri yang kerap muncul adalah penggunaan footstep belakang model karet.

Kenapa gejalanya mudah kembali

Footstep yang oblak sering terasa seperti masalah yang datang berulang. Penyebabnya ada pada titik aus yang terus menerima gesekan dalam jangka panjang.

Selama besi pemegang belum diperbaiki atau diganti, kelonggaran tetap bisa muncul lagi. Mengganti footstep tanpa memeriksa dudukannya sering kali hanya memberi hasil sementara.

Bahkan celah kecil pada bagian pengunci bisa sangat menentukan karena sistemnya mengandalkan plat. Begitu besi pemegang terkikis, daya kunci berkurang dan footstep tidak lagi rapat saat dilipat.

Kondisi ini bukan hanya soal bunyi atau rasa longgar. Footstep yang terus terbuka juga membuat tampilan motor kurang rapi dan menandakan komponen penyangga sudah tidak prima.

Langkah perbaikan yang lebih tepat

Jika ingin menangani sumber masalahnya, penggantian besi pemegang footstep belakang menjadi pilihan paling langsung. Cara ini menyasar bagian yang aus, bukan hanya gejalanya.

Setelah komponen pemegang diganti, posisi footstep bisa kembali rapat dan mekanisme pengunci bekerja normal. Langkah ini lebih tepat dibanding hanya mengganti bagian pijakan yang tampak aus dari luar.

Ada pula solusi sementara yang lebih murah, yaitu menambahkan ganjalan karet di antara footstep dan besi pemegang. Cara ini dapat membantu mengurangi celah sehingga footstep bisa terkunci kembali.

Meski begitu, ganjalan karet bukan perbaikan permanen. Fungsinya hanya sementara sampai komponen yang benar-benar aus ditangani dengan tepat.

Karena itu, saat footstep belakang mulai oblak, pemeriksaan sebaiknya tidak berhenti di bagian yang terlihat. Fokus utama perlu diarahkan ke besi pemegang dan titik geseknya, terutama pada motor yang sudah lama dipakai harian.

Berita Terkait