Bulan Bukan Sumber Cahaya, NASA Sebut Kilau Malamnya Hanya Pantulan Matahari

Author: Redaksi Android62

Bulan tidak menghasilkan cahayanya sendiri. Yang membuatnya tampak terang di langit malam adalah kemampuan permukaannya memantulkan cahaya Matahari kembali ke arah Bumi.

NASA menjelaskan bahwa sekitar 12 persen cahaya Matahari yang mengenai Bulan dipantulkan lagi ke Bumi. Jumlah itu memang kecil, tetapi cukup untuk membuat satelit alami ini tetap mudah terlihat saat malam gelap.

Cara permukaan Bulan bekerja ikut menentukan hasil pantulan itu. Batuan dan debu regolit di permukaannya menyebarkan cahaya Matahari ke berbagai arah, sehingga Bulan tampak bercahaya dari Bumi.

Dalam astronomi modern, Bulan dipahami sebagai objek penerang pasif. Artinya, Bulan hanya menerima cahaya dari sumber lain lalu memantulkannya, bukan memproduksi cahaya seperti bintang.

Perbedaan ini penting karena Bulan sering terlihat sangat jelas, seolah-olah memiliki sumber terang sendiri. Padahal, yang terlihat oleh pengamat di Bumi hanyalah cahaya Matahari yang dipantulkan oleh permukaan Bulan.

Bentuk Bulan yang berubah-ubah juga tidak berkaitan dengan perubahan sumber cahayanya. Fase sabit, kuartal, hingga purnama muncul karena posisi Matahari, Bumi, dan Bulan terus bergeser saat Bulan mengelilingi Bumi.

Dari sudut pandang di Bumi, bagian Bulan yang terkena cahaya Matahari akan tampak berbeda pada waktu yang berbeda. Itulah sebabnya bentuk Bulan terlihat berubah, meski mekanisme cahayanya tetap sama dari awal hingga akhir.

Di sisi lain, Matahari dan Bulan memang punya peran yang sangat berbeda dalam astronomi. Matahari adalah bintang yang menghasilkan energi dan cahaya sendiri melalui fusi nuklir di intinya, sedangkan Bulan hanya bertindak sebagai satelit alami Bumi.

Pembedaan itu juga kerap dibahas dalam kajian sains dan teks keagamaan. Dalam Al-Qur’an, Matahari disebut sebagai “siraj” atau pelita yang memancarkan cahaya, sedangkan Bulan disebut sebagai “nur” yang bermakna cahaya yang menerangi.

Sejumlah peneliti menilai penggunaan istilah tersebut menarik karena selaras dengan pemahaman astronomi modern. Matahari memang menjadi sumber cahaya utama, sementara Bulan hanya menyalurkan kembali sebagian cahaya yang diterimanya.

Karena itu, Bulan tetap menjadi salah satu objek langit yang paling mudah dikenali. Ia tampak terang bukan karena memancarkan cahaya sendiri, melainkan karena memantulkan sinar Matahari ke arah Bumi.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru