Penurunan bunga pembiayaan PNM Mekaar menjadi 8 persen akan berlaku untuk seluruh nasabah, termasuk mereka yang saat ini masih membayar bunga lebih tinggi. Penyesuaian itu disebut akan dilakukan secara bertahap agar skema baru bisa diterapkan ke semua penerima pembiayaan.
Kebijakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat membahas arah pembiayaan bagi pelaku usaha ultramikro di Gedung Smesco, Jakarta. Ia menegaskan bahwa penurunan bunga ini tidak hanya menyasar nasabah baru, melainkan juga memberi dampak bagi nasabah lama dalam periode transisi.
Menunggu aturan teknis dari Kementerian Keuangan
Meski arahnya sudah dipastikan, pemerintah masih menunggu terbitnya Peraturan Menteri Keuangan sebelum kebijakan dijalankan penuh. Airlangga berharap implementasinya dapat dimulai dalam beberapa bulan ke depan setelah aturan teknis selesai diterbitkan.
Penyesuaian bunga itu diposisikan sebagai bagian dari dukungan pemerintah kepada sektor yang selama ini sulit menjangkau layanan perbankan. Dalam penjelasannya, skema baru ini diharapkan memperkuat pembiayaan bagi pelaku usaha ultramikro yang membutuhkan akses modal dengan biaya lebih ringan.
Skema pembiayaan untuk pelaku usaha ultramikro
PNM Mekaar merupakan layanan pinjaman modal usaha tanpa agunan dari PT Permodalan Nasional Madani, bagian dari BRI Group. Program ini menyasar pelaku usaha ultramikro dari keluarga prasejahtera, terutama perempuan, yang belum bankable atau belum memenuhi syarat untuk meminjam di bank.
Airlangga juga menjelaskan bahwa ketentuan utama program tersebut tetap tidak berubah. Penerima pembiayaan adalah perempuan dengan plafon pinjaman maksimal Rp 15 juta, sementara kebutuhan modal yang lebih besar akan diarahkan ke skema Kredit Usaha Rakyat atau KUR.
| Informasi | Ketentuan |
|---|---|
| Bunga pembiayaan | Turun menjadi 8 persen |
| Kenaikan cakupan | Berlaku untuk seluruh nasabah, termasuk yang lama |
| Plafon pinjaman | Maksimal Rp 15 juta |
| Target penerima | Perempuan pelaku usaha ultramikro |
| Alternatif pembiayaan | Kredit Usaha Rakyat atau KUR |
Bunga turun dari 18–25 persen menjadi 8 persen
Pemerintah sebelumnya mengumumkan penurunan bunga pembiayaan PNM Mekaar dari 18–25 persen menjadi 8 persen. Kebijakan tersebut masuk dalam paket stimulus ekonomi bagi pelaku usaha ultramikro dan didukung subsidi sekitar 10 persen.
Dengan skema baru itu, sekitar 10–15 juta nasabah PNM Mekaar ditargetkan memperoleh bunga pinjaman 8 persen. Airlangga menekankan bahwa pemerintah ingin memperbesar jumlah nasabah PNM Mekaar sekaligus mendorong debitur yang usahanya berkembang untuk naik kelas ke program KUR.
PNM Mekaar selama ini menjadi salah satu instrumen pembiayaan penting bagi perempuan pelaku usaha kecil yang belum memiliki akses ke layanan keuangan formal. Penyesuaian bunga menjadi 8 persen diharapkan memperluas jangkauan pembiayaan dan membantu daya tahan usaha nasabah di segmen ultramikro.
