Harga pembelian kembali atau buyback emas Antam melonjak Rp 38.000 per gram pada Sabtu, 27 Juni 2026. Kenaikan itu membuat harga buyback kini berada di level Rp 2.378.000 per gram.
Lonjakan tersebut menjadi perhatian karena buyback adalah acuan bagi pemilik emas yang ingin menjual kembali logam mulianya ke Antam. Selisih pergerakan antara harga jual dan harga buyback ikut menentukan ruang transaksi yang dipantau konsumen.
Pajak buyback berlaku di atas Rp 10 juta
Selain harga, pemilik emas juga perlu memperhatikan ketentuan pajak yang melekat pada transaksi buyback. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan atau PMK Nomor 81 Tahun 2024, buyback dengan nominal di atas Rp 10.000.000 dikenakan Pajak Penghasilan atau PPh Pasal 22.
Besaran potongannya ditetapkan 1,5 persen dari nilai transaksi. Pajak tersebut langsung dipotong dari dana yang diterima pemilik emas saat proses buyback berlangsung.
Harga jual emas Antam ikut naik
Di sisi lain, harga emas batangan Antam juga bergerak naik sebesar Rp 5.000 per gram setelah dua hari berturut-turut stagnan. Berdasarkan data resmi di situs Logam Mulia Antam yang dikutip Detik Finance, harga emas 24 karat kini berada di level Rp 2.660.000 per gram.
Pergerakan itu menunjukkan minat terhadap emas masih kuat di tengah dinamika pasar yang berubah cepat. Dalam sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2.655.000 hingga Rp 2.673.000 per gram.
Rincian harga pecahan emas
Untuk pecahan kecil, emas 0,5 gram dipatok Rp 1.377.500. Sementara itu, pecahan 10 gram dijual Rp 26.045.000.
Pada ukuran yang lebih besar, Antam menetapkan harga emas 1.000 gram atau 1 kilogram di level Rp 2.595.600.000. Daftar harga ini memperlihatkan kenaikan yang terjadi di seluruh lini pecahan yang dipasarkan.
Jika ditarik lebih jauh, posisi harga emas Antam sebulan ke belakang masih tergolong tinggi. Sepanjang bulan lalu, harga emas batangan itu bergerak stabil di koridor Rp 2.799.000 sampai Rp 2.803.000 per gram.
Dengan kenaikan harga jual dan buyback sekaligus, pergerakan emas Antam pada 27 Juni 2026 tetap menjadi sorotan bagi pembeli ritel maupun investor. Kondisi ini membuat logam mulia tersebut terus dipantau di tengah fluktuasi pasar.







