BYD Beri Ganti Rugi Tanpa Batas Untuk Kecelakaan Fitur Mengemudi Terbantu, Gratis Setahun

Author: Redaksi Android62

BYD mengambil langkah yang jarang dilakukan produsen mobil besar dengan menanggung sendiri kerugian jika terjadi kecelakaan saat fitur mengemudi terbantu di kawasan perkotaan dipakai. Program kompensasi ini diberikan gratis dan tidak membuat premi asuransi pengguna naik pada periode berikutnya.

Kebijakan tersebut menempatkan rasa aman konsumen sejajar dengan kecanggihan teknologi yang ditawarkan. Di tengah pasar mobil pintar yang makin padat, BYD tidak hanya menjual sistem bantuan berkendara, tetapi juga jaminan saat fitur itu benar-benar digunakan di jalan.

Perlindungan ini berlaku untuk pengguna God’s Eye A, God’s Eye B, dan God’s Eye 5.0. Masa perlindungannya satu tahun, dengan syarat fitur navigasi perkotaan digunakan sesuai aturan sistem.

BYD juga menegaskan bahwa kompensasi yang diberikan tidak memiliki plafon tertentu. Kerugian yang masuk dalam perlindungan mencakup biaya perbaikan, kerusakan barang milik pihak ketiga, serta tanggung jawab atas cedera yang termasuk kategori kerugian ekonomi langsung kendaraan.

Langkah ini disebut sebagai terobosan karena BYD mengklaim menjadi produsen mobil besar pertama di dunia yang menanggung risiko untuk dua fitur sekaligus. Dua fitur itu adalah parkir pintar dan mengemudi terbantu di jalan kota.

Di sisi lain, istilah mengemudi terbantu tetap perlu dipahami secara tepat. Sistem ini hanya membantu pengemudi lewat navigasi, sensor, dan komputasi, bukan membuat mobil berjalan sendiri tanpa pengawasan.

Artinya, tanggung jawab keselamatan tetap berada pada pengemudi saat fitur digunakan. Karena itu, program kompensasi ini hadir sebagai penguat rasa aman, bukan pengganti kewajiban pengemudi di jalan.

China Daily melaporkan bahwa langkah BYD muncul saat fitur berkendara cerdas yang dulu terasa mewah mulai masuk ke mobil pasar massal. Harga yang lebih terjangkau membuat persaingan antarprodusen semakin ketat.

Dalam situasi itu, kepercayaan konsumen ikut menjadi faktor penting. Analis industri menilai keputusan memberi kompensasi langsung menunjukkan bahwa reputasi teknologi kini sama pentingnya dengan kecanggihan fitur.

BYD sendiri menyebut penggunaan fitur parkir pintarnya naik dari 21 persen menjadi 93 persen setelah perusahaan memperkenalkan jaminan keselamatan serupa tahun lalu. Tingkat kecelakaannya disebut tetap mendekati nol.

Data internal tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan tampak percaya diri memperluas perlindungan ke fitur mengemudi terbantu di jalan kota. Strategi itu memperlihatkan upaya BYD menggabungkan inovasi teknis dengan rasa aman pengguna.

Dalam acara yang sama, BYD juga mengumumkan sistem mengemudi terbantu berbasis laser God’s Eye B bisa dipasang di semua model kendaraan. Harga opsionalnya 12.000 yuan atau sekitar Rp31,5 juta, dengan asumsi kurs sekitar Rp2.621 per yuan.

Selain itu, BYD memperkenalkan Xuanji A3, cip swakemudi 4 nanometer pertama yang dikembangkan sendiri di China. Cip itu memakai arsitektur tiga cip dengan daya komputasi gabungan lebih dari 2.100 TOPS, yaitu ukuran kemampuan cip menjalankan triliunan operasi komputasi per detik.

Ketua BYD Wang Chuanfu mengatakan perusahaan akan terus berinvestasi pada teknologi berkendara cerdas. Targetnya adalah mengurangi kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan jalan.

Source: voi.id
Berita Terbaru