BYD Kejar Takhta Toyota, Eropa dan Baterai Cepat Jadi Senjata Utama

Author: Redaksi Android62

BYD menempatkan Eropa sebagai arena paling penting dalam ambisi globalnya. Perusahaan asal China itu ingin memperkuat produksi lokal, sekaligus mengandalkan teknologi baterai dan pengisian cepat sebagai senjata untuk mendekati posisi Toyota.

Pimpinan BYD, Wang Chuanfu, menyebut target untuk menjadi produsen mobil terbesar di dunia dalam lima tahun ke depan bisa dicapai lewat lonjakan teknologi baterai, pengisian cepat, dan ekspansi produksi di luar negeri. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat pemegang saham tahunan perusahaan di Shenzhen.

Produksi lokal di Eropa dipercepat

Stella Li, eksekutif internasional tertinggi BYD, mengatakan kepada wartawan di London bahwa perusahaan akan mulai merakit mobil di pabrik barunya di Hungaria pada kuartal keempat tahun ini. Ia juga menyebut BYD menghentikan sementara pekerjaan di pabrik Turki sambil memusatkan perhatian pada produksi di Uni Eropa.

Menurut Li, langkah perakitan lokal akan membantu BYD menghindari tarif yang diberlakukan Brussels terhadap kendaraan listrik China dua tahun lalu. Hungaria disebut sebagai prioritas utama, lalu fasilitas kedua di Eropa menjadi target berikutnya.

Dorongan besar dari penjualan luar negeri

Ekspansi itu terjadi setelah BYD menyalip Tesla tahun lalu sebagai produsen kendaraan listrik terbesar di dunia berdasarkan penjualan. Pada Mei, perusahaan itu menjual lebih dari 160.000 kendaraan di luar negeri, naik 80% dibanding tahun sebelumnya.

BYD menargetkan penjualan 1,5 juta kendaraan di luar negeri pada tahun ini. Angka itu naik lebih dari 40% dari 1,05 juta unit pada tahun sebelumnya, menunjukkan dorongan pertumbuhan yang masih sangat agresif.

Di pasar mobil keseluruhan, Toyota tetap berada di puncak. Pada 2025, Toyota mencatat penjualan 11,3 juta kendaraan, sementara BYD menjual 4,8 juta unit.

Investasi pengisian lima menit

BYD juga mengumumkan rencana investasi hampir £1,8 miliar di Eropa untuk membangun infrastruktur pengisian “flash charging” lima menit bagi mobil-mobilnya. Langkah ini mempertegas strategi perusahaan untuk menjadikan kecepatan isi daya sebagai daya saing utama di pasar yang makin ketat.

Fokus pada baterai dan pengisian cepat membuat BYD tidak hanya mengejar volume penjualan, tetapi juga pengalaman penggunaan yang dapat menjadi pembeda dari rival global. Bagi perusahaan, kombinasi itu penting untuk mendukung ekspansi produksi di pasar utama.

Tekanan regulasi dan sorotan keamanan

Di balik ekspansi tersebut, BYD juga menghadapi sejumlah tekanan. Perusahaan itu dituduh melanggar hukum ketenagakerjaan Uni Eropa saat membangun pabrik pertamanya di Eropa dengan memanfaatkan pekerja migran China.

BYD juga menghadapi tuduhan bahwa tanah galian dari lokasi pabrik di Szeged dibuang ke lahan pertanian sekitar dan berpotensi mencemari area tersebut. Otoritas setempat kemudian memerintahkan pemusnahan tanaman yang terdampak.

Awal pekan ini, juru bicara Csongrád-Csanád county mengonfirmasi bahwa otoritas telah menjatuhkan sanksi kepada tiga perusahaan yang terlibat dalam pembangunan pabrik dan mengenakan denda kepada setidaknya satu perusahaan. Namun, hasil investigasi itu belum dipublikasikan.

Di luar Eropa, BYD juga berada di bawah tekanan dari Amerika Serikat. Pentagon menambahkan BYD ke dalam daftar “perusahaan militer China” yang dianggap sebagai risiko keamanan nasional bagi AS.

China menolak langkah tersebut dan menyebut pencantuman BYD “tidak memiliki dasar faktual”. Di tengah persaingan global yang makin ketat, BYD tetap mendorong ekspansi besar-besaran sambil mengandalkan teknologi baterai dan jaringan produksi baru sebagai tumpuan utama.

Source: www.theguardian.com
Berita Terbaru