BYD Qin Max menempatkan pengisian baterai sebagai daya tarik utamanya dengan kemampuan mengisi dari 10 persen hingga 97 persen dalam sembilan menit. Angka tersebut membuat sedan listrik ini tampil menonjol di tengah perhatian konsumen terhadap waktu tunggu saat mengisi daya.
Kemampuan itu didukung Blade Battery generasi kedua yang telah menggunakan teknologi flash charging. BYD mengarahkan teknologi ini untuk merespons kekhawatiran pengguna mobil listrik mengenai proses pengisian yang memakan waktu.
Pengisian Cepat dengan Data yang Masih Terbatas
Informasi mengenai pengisian cepat menjadi data sistem energi paling konkret yang telah muncul untuk Qin Max. Kapasitas baterai serta jarak tempuh resmi sedan tersebut masih belum diumumkan.
Liputan6 melaporkan bahwa rincian teknis Qin Max belum dipaparkan seluruhnya oleh BYD. Karena itu, belum dapat diketahui seberapa jauh mobil ini dapat digunakan dalam satu kali pengisian penuh.
Belum tersedianya data jarak tempuh membuat gambaran kemampuan Qin Max belum sepenuhnya lengkap. Spesifikasi baterai nantinya akan penting untuk menilai keseimbangan antara waktu pengisian, daya jelajah, dan penggunaan sehari-hari.
Motor Baru Membawa Tenaga 322 Tk
Selain sistem pengisian, Qin Max dibekali motor listrik berkekuatan 240 kW atau setara 322 tk. Tenaga itu meningkat cukup besar bila dibandingkan dengan Qin L EV yang memiliki tenaga maksimum 160 kW.
| Model | Tenaga Maksimum | Informasi Bodi |
|---|---|---|
| BYD Qin Max | 240 kW / 322 tk | Lebih panjang |
| BYD Qin L EV | 160 kW | Tidak dirinci |
Perbedaan output tersebut memperlihatkan posisi Qin Max sebagai pengembangan yang lebih bertenaga dari Qin L EV. BYD memadukan motor baru ini dengan platform listriknya untuk menghadirkan karakter yang lebih dinamis.
Data akselerasi Qin Max belum tersedia dalam informasi yang telah diungkapkan. Dengan demikian, peningkatan tenaga belum dapat diterjemahkan menjadi angka performa seperti waktu tempuh 0 hingga 100 km per jam.
Dimensi Lebih Panjang dan Tampilan Agresif
Qin Max tidak hanya dibedakan melalui sektor penggerak, tetapi juga melalui bodi yang dirancang lebih panjang. Langkah ini diharapkan memberi ruang kabin lebih lega sekaligus membentuk proporsi sedan yang lebih elegan.
Bagian depan mendapat fascia baru dengan tampilan yang lebih modern dan agresif. Area belakang juga memperoleh desain lampu baru untuk membedakannya dari model pendahulu.
BYD belum mengungkap ukuran panjang, lebar, tinggi, maupun jarak sumbu roda Qin Max. Besarnya tambahan ruang di kabin pun masih belum dapat diukur secara terperinci.
Pengembangan Qin Max menggabungkan desain baru, tenaga motor yang lebih besar, dan sistem pengisian yang sangat cepat. Kombinasi ini menunjukkan sasaran BYD terhadap konsumen muda yang menginginkan sedan listrik dengan karakter lebih tegas.
Pengumuman berikutnya mengenai kapasitas baterai dan jarak tempuh akan menentukan posisi lengkap Qin Max di pasar. Dua data tersebut juga akan melengkapi gambaran dari klaim pengisian 10 hingga 97 persen dalam sembilan menit.
