BYD Siapkan Enam Opsi Nama Baru Untuk Denza, Makna Premiumnya di Indonesia Terancam Berubah

Author: Redaksi Android62

BYD sudah menyiapkan enam nama cadangan untuk Denza di Indonesia setelah kalah dalam sengketa merek dengan PT Worcas Nusantara Abadi. Langkah ini menandakan perusahaan asal Tiongkok tersebut belum ingin melepaskan identitas sub merek premiumnya, meski nama Denza sendiri kini berada dalam situasi yang semakin rumit di pasar Tanah Air.

Daftar nama alternatif itu muncul di Pangkalan Data Kekayaan Intelektual dan memperlihatkan BYD bergerak lebih awal untuk mengamankan opsi lain. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi mengenai nama mana yang akan dipakai jika Denza benar-benar tidak bisa digunakan lagi di Indonesia.

Enam opsi yang sudah didaftarkan

Dalam data yang tercatat, BYD Company Limited mendaftarkan enam nama yang masih terasa dekat dengan Denza. Nama-nama itu adalah Danza, Deynza, Denzza, Dehnza, Deynza, dan Dnza.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa BYD tampaknya ingin menjaga kedekatan identitas dengan merek Denza. Meski bentuknya berbeda, karakter nama yang didaftarkan tetap mengarah pada nuansa yang serupa dengan merek asalnya.

Langkah itu juga memberi sinyal bahwa BYD belum menutup kemungkinan mempertahankan citra Denza dalam bentuk baru. Namun, sampai kini belum ada penjelasan resmi soal mana yang paling mungkin dipilih untuk pasar Indonesia.

Sengketa yang memicu perubahan arah

Masalah ini berawal dari pendaftaran merek oleh PT Worcas Nusantara Abadi yang dilakukan lebih dulu pada 3 Juli 2023. Perlindungan merek tersebut berlaku hingga 3 Juli 2033, sehingga posisinya dinilai sah saat sengketa berlangsung.

BYD kemudian mengajukan permohonan merek Denza pada 8 Agustus 2024. Setelah itu, BYD juga menghadirkan Denza D9 di Indonesia pada 22 Januari 2025, meski status merek tersebut sudah dipersoalkan sebelumnya.

BYD sempat menggugat PT Worcas Nusantara Abadi karena menilai merek yang didaftarkan menyerupai Denza miliknya secara global. Nama Denza memang digunakan BYD di sejumlah negara sebagai lini kendaraan premiumnya.

Namun, majelis hakim Pengadilan Niaga Jakarta Pusat menolak gugatan tersebut. Dengan putusan itu, pendaftaran merek milik PT Worcas Nusantara Abadi tetap diakui, sementara BYD juga harus menanggung biaya perkara.

Dampak ke lini produk di Indonesia

Jika pergantian nama benar-benar terjadi, maka model-model baru dari sub merek premium BYD akan memakai label yang berbeda. Artinya, kendaraan seperti Z9GT dan B5 berpeluang hadir dengan identitas baru, bukan lagi membawa nama Denza.

Saat ini, Denza baru memiliki satu model yang dijual untuk konsumen Indonesia, yaitu MPV listrik Denza D9. Kehadiran D9 sempat menjadi awal penguatan posisi merek itu di pasar lokal, sebelum sengketa nama membuat arah pengembangannya menjadi lebih kompleks.

Situasi tersebut membuat BYD perlu menata ulang strategi pemasarannya. Di tengah pasar kendaraan listrik yang berkembang cepat, nama merek bukan hanya soal identitas, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan konsumen dan pembeda dari para pesaing.

Nama baru, tapi tetap dekat dengan Denza

Dari enam opsi yang sudah masuk daftar, semuanya masih punya kemiripan bunyi dengan Denza. Pendekatan ini membuat perubahan yang mungkin terjadi tidak terasa terlalu jauh dari identitas awal merek tersebut.

Pola itu juga menunjukkan BYD masih ingin menjaga kesinambungan citra premium yang sudah dibangun lewat Denza. Meski begitu, arah akhirnya masih menunggu keputusan resmi dari perusahaan.

Hingga sekarang, publik masih menanti apakah BYD akan mempertahankan Denza dengan nama pengganti atau memilih jalur baru sepenuhnya. Apa pun keputusan yang diambil, langkah itu akan menentukan wajah merek premium BYD di Indonesia ke depan.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru