Cadangan Bitcoin Strategy Tembus 815.061 Koin, BlackRock Tergusur dari Puncak Korporasi Publik

Author: Redaksi Android62

Strategi akumulasi Bitcoin milik Strategy Inc kembali menjadi sorotan setelah perusahaan itu menambah 34.164 Bitcoin ke dalam cadangannya. Jumlah pembelian tersebut menempatkan total simpanan perusahaan di 815.061 BTC, sekaligus membuat Strategy resmi unggul dari BlackRock dalam daftar korporasi publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Pembelian besar itu bernilai sekitar US$2,54 miliar atau sekitar Rp 43,5 triliun. Dengan transaksi ini, Strategy tidak hanya mencatat pembelian tunggal terbesar sepanjang sejarah perusahaan, tetapi juga mempertegas arah kebijakan perusahaan yang masih menempatkan Bitcoin sebagai aset utama di neraca keuangannya.

Cadangan Bitcoin Strategy makin jauh di atas BlackRock

Perbandingan dengan BlackRock menjadi bagian paling menonjol dari aksinya kali ini. Sebelum pembelian terbaru Strategy, BlackRock tercatat memegang sekitar 802.823 BTC, dan sebagian besar kepemilikan itu berada melalui produk ETF berbasis Bitcoin.

Kondisi tersebut menunjukkan perbedaan pendekatan yang cukup jelas antara keduanya. Strategy memilih akumulasi langsung lewat pembelian korporasi, sedangkan BlackRock banyak berada di jalur instrumen kolektif yang terkait dengan Bitcoin.

Bagi pasar, selisih baru ini menandai bahwa Strategy masih menjadi pemain korporat paling agresif dalam menumpuk aset kripto terbesar tersebut. Dengan total 815.061 BTC, posisi Strategy kini makin solid di puncak cadangan Bitcoin milik perusahaan publik.

Pembelian dilakukan di harga rata-rata US$74.395 per Bitcoin

Dokumen regulasi yang dirujuk sumber menyebut pembelian 34.164 BTC itu dilakukan pada harga rata-rata US$74.395 per Bitcoin. Angka tersebut memberi gambaran bahwa Strategy tetap aktif menambah posisi meski harga Bitcoin bergerak di area yang sensitif bagi neraca perusahaan.

Secara akumulatif, total dana yang telah digelontorkan Strategy untuk membeli Bitcoin kini mencapai sekitar US$61,56 miliar. Dengan harga rata-rata pembelian perusahaan berada di US$75.527 per koin, posisi kepemilikan Strategy disebut relatif dekat dengan titik impas ketika harga Bitcoin berada di kisaran US$75.000.

Kondisi itu membuat kinerja Strategy sangat terpaut pada pergerakan harga Bitcoin. Setiap perubahan harga aset digital tersebut berpotensi langsung memengaruhi valuasi perusahaan dan cara pasar menilai emiten yang dipimpin Michael Saylor ini.

Sumber dana datang dari saham biasa dan instrumen preferen

Pembelian jumbo ini juga memperlihatkan bagaimana Strategy membiayai ekspansinya. Perusahaan disebut mengumpulkan sekitar US$366 juta dari penjualan saham biasa dan US$2,18 miliar dari instrumen saham preferen bertajuk STRC.

STRC menjadi elemen penting dalam skema pendanaan Strategy. Instrumen ini menawarkan imbal hasil tahunan sekitar 11,5 persen dengan dividen variabel, sehingga dirancang untuk menarik investor yang menginginkan arus kas lebih rutin.

Strategy juga berencana mengubah frekuensi pembayaran dividen dari bulanan menjadi dua kali sebulan. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan daya tarik instrumen pendanaan itu, terutama ketika kebutuhan modal untuk menambah Bitcoin masih besar.

Michael Saylor tetap memberi sinyal akumulasi berlanjut

Sebelum transaksi ini terealisasi, Michael Saylor sebagai Chairman Eksekutif Strategy disebut sudah memberi sinyal lebih dulu. Pola itu kembali memperkuat kesan bahwa perusahaan belum berniat memperlambat akumulasi Bitcoin meski volatilitas pasar masih tinggi.

Sinyal konsisten Saylor sejalan dengan pola Strategy yang selama ini dikenal terus menambah eksposur terhadap Bitcoin. Arah tersebut menunjukkan bahwa perusahaan masih memandang aset digital itu sebagai bagian inti dari strategi jangka panjangnya.

Sumber referensi juga menyebut Strategy masih menyiapkan ruang pendanaan untuk terus menambah Bitcoin hingga 2027. Artinya, pembelian 34.164 BTC ini bukan langkah penutup, melainkan bagian dari pola akumulasi yang masih akan berlanjut.

Dengan porsi kepemilikan yang kini mewakili lebih dari 3,8 persen dari total suplai Bitcoin yang dibatasi 21 juta koin, Strategy berada dalam posisi yang sangat dominan di antara pemegang korporasi publik. Di saat yang sama, saham Strategy tercatat turun sekitar 2,5 persen pada perdagangan pra-pasar, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap volatilitas Bitcoin dan ketergantungan perusahaan pada pendanaan eksternal.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru