Kementerian Pekerjaan Umum menyiapkan dua proyek tol strategis agar kembali menarik minat investor saat dilelang ulang. Tol Gedebage-Tasikmalaya-Cilacap atau Getaci dan Tol Gilimanuk-Mengwi sama-sama sedang dibenahi dari sisi dokumen serta skema pengembangannya.
Langkah ini menjadi penting karena kedua proyek tersebut sebelumnya sempat berakhir dalam skema kerja sama pengusahaan yang lama. Akibatnya, pemerintah perlu menyusun ulang sejumlah dokumen agar keduanya memiliki tingkat kesiapan yang cukup sebelum masuk kembali ke pasar.
Dokumen penyiapan jadi kunci
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PU, Ni Komang Rasminiati, mengatakan pemerintah sedang memperbarui studi kelayakan untuk kedua proyek itu. Selain itu, dokumen pendukung lain juga ikut dilengkapi agar proses lelang baru memiliki dasar yang lebih kuat.
Dokumen yang disiapkan mencakup analisis mengenai dampak lingkungan atau Amdal, izin lingkungan, analisis dampak lalu lintas atau Andalalin, serta dokumen perencanaan pengadaan tanah atau DPPT. Seluruh kelengkapan ini diperlukan supaya badan usaha yang berminat dapat menilai proyek dengan lebih jelas.
Getaci mendapat dorongan khusus
Untuk Tol Getaci, pemerintah mendapat dukungan pendanaan melalui fasilitas Project Development Facility atau PDF dari Kementerian Keuangan. Melalui fasilitas itu, Kementerian Keuangan akan menugaskan badan usaha milik negara di bawah koordinasinya untuk membantu penyusunan dokumen dan pengembangan proyek.
Dukungan tersebut berlaku sejak tahap penyiapan hingga pelelangan. Ni Komang Rasminiati menyebut proses itu diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun sampai proyek siap masuk ke tahap transaksi.
Gilimanuk-Mengwi masuk penyesuaian ruang lingkup
Berbeda dengan Getaci, Tol Gilimanuk-Mengwi sudah melewati peninjauan ulang studi kelayakan dan kini bergerak ke tahap penyesuaian ruang lingkup proyek atau rescoping. Pemerintah mempertimbangkan perubahan trase yang semula sekitar 90 kilometer menjadi ruas Pekutatan-Soka-Mengwi dengan panjang sekitar 42 kilometer.
Penyesuaian itu diarahkan untuk memperbaiki kelayakan proyek. Dengan ruas yang lebih pendek, kebutuhan investasi atau capital expenditure dinilai bisa lebih rendah dibanding rancangan awal.
Pembaruan dokumen dikejar agar lelang lebih siap
Selain rescoping, pemerintah juga memperbarui dokumen pendukung Gilimanuk-Mengwi pada tahun ini. Pembaruan itu meliputi Amdal, izin lingkungan, dan Andalalin, sementara pembaruan studi kelayakan sudah dilakukan pada 2025.
Kementerian PU berharap seluruh dokumen penyiapan segera selesai agar pelelangan kepada badan usaha bisa berjalan. Dengan kesiapan yang lebih lengkap, kedua proyek tol itu diharapkan dapat kembali ditawarkan melalui mekanisme yang sesuai dan lebih menarik bagi investor.
Getaci dan Gilimanuk-Mengwi kini sama-sama diarahkan menuju tahap yang lebih matang, meski dengan pendekatan berbeda. Getaci mengandalkan dukungan PDF untuk mempercepat penyiapan dokumen, sedangkan Gilimanuk-Mengwi ditempuh lewat penyesuaian ruang lingkup agar strukturnya lebih layak secara investasi.
Source: www.beritasatu.com