Cadillac Formula 1 Team akan menjadikan Miami Grand Prix sebagai panggung istimewa lewat livery one-off bertema Amerika Serikat. Momen ini juga menjadi debut kandang mereka di Formula 1, sehingga tampilan mobil dibuat lebih mencolok tanpa meninggalkan ciri utama tim.
Warna dasar hitam-putih yang sudah identik dengan MAC-26 tetap dipertahankan. Di atas dasar itu, Cadillac menambahkan merah, putih, dan biru untuk memberi kesan Amerika yang lebih kuat pada mobil tersebut.
Sentuhan nasional itu dibuat terlihat jelas di beberapa bagian mobil. Tulisan “USA” muncul pada sayap belakang, sementara sayap depan mendapat detail 50 bintang yang mewakili seluruh negara bagian di Amerika Serikat.
Pendekatan tersebut menjaga mobil tetap mudah dikenali meski tampil lebih spesial di Miami. Cadillac tampak tidak ingin mengubah arah desain yang selama ini mereka bangun, melainkan mempertegas identitasnya di hadapan publik Formula 1.
Sejak awal musim, MAC-26 memang dikenal lewat tampilan minimalis yang diperkenalkan melalui kampanye besar, termasuk iklan Super Bowl. Untuk balapan di Miami, Cadillac memilih menambahkan karakter yang lebih ekspresif tanpa meninggalkan dasar visual itu.
Chief Brand Advisor Cadillac F1 Team, Cassidy Towriss, menilai desain tersebut sengaja dibuat agar tidak berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi identitas visual sambil tetap memberi sentuhan khusus pada momen yang dianggap penting.
Proses pembuatan livery juga melibatkan TWG AI, mitra teknologi utama tim. Presiden TWG AI, Drew Cukor, menyebut desain itu bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga cerminan identitas dan arah tim ke depan.
Pilihan warna dan simbol Amerika pada mobil Miami ikut mempertegas posisi Cadillac sebagai konstruktor baru asal Amerika Serikat. Bagi tim ini, visual tersebut menjadi bagian dari upaya membangun citra yang kuat sejak awal keikutsertaan mereka di Formula 1.
Nama MAC-26 tetap dipakai pada mobil tersebut sebagai penghormatan kepada Mario Andretti. Penamaan ini menambah sisi historis dalam proyek Cadillac di ajang balap paling bergengsi itu.
Selain mobil, Cadillac juga menyiapkan race suit khusus untuk Valtteri Bottas dan Sergio Pérez. Tema visualnya diselaraskan dengan livery Miami agar tampilan tim tetap seragam di lintasan.
Miami Grand Prix juga penting dari sisi teknis karena Cadillac membawa paket upgrade besar untuk MAC-26. Artinya, akhir pekan ini bukan hanya soal tampilan, tetapi juga menjadi ajang uji performa yang krusial bagi tim.
Cadillac masih berada dalam fase adaptasi sebagai tim baru, sehingga setiap pembaruan teknis punya arti besar. Mereka membutuhkan banyak data untuk mengejar daya saing di papan tengah dan memperbaiki performa dari satu balapan ke balapan berikutnya.
Sejauh ini, hasil terbaik Cadillac adalah finis ke-13 yang diraih Bottas di Grand Prix China. Tim tersebut juga masih berada di posisi terbawah klasemen konstruktor, membuat setiap kesempatan tampil menjadi semakin penting.
Miami International Autodrome menyimpan konteks tersendiri untuk tim dengan latar Amerika. Capaian terbaik mobil berlisensi Amerika di sirkuit itu sejauh ini adalah posisi ke-10 yang diraih Kevin Magnussen bersama Haas pada 2023.
Dengan livery bertema Amerika, race suit khusus, dan upgrade besar pada mobil, Cadillac menaruh banyak makna pada debut kandang mereka di Miami. Balapan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan identitas tim sekaligus menilai sejauh mana paket baru mereka bekerja di lintasan.
