Leganés datang ke Riazor dengan beban yang belum juga lepas. Tim tamu belum menang tandang dalam delapan laga liga terakhir, sehingga lawatan ke markas Deportivo de La Coruña terasa jauh lebih berat dari sekadar duel biasa.
Situasi itu kontras dengan kondisi tuan rumah yang terlihat lebih stabil. Deportivo baru saja menahan imbang Burgos 1-1 dan memperlihatkan keseimbangan permainan yang lebih rapi dibandingkan Leganés, terutama ketika laga berjalan ketat.
Leganés masih mencari ketajaman
Masalah terbesar Leganés tetap berada di sepertiga akhir lapangan. Saat kalah dari FC Andorra, mereka sebenarnya mampu melepaskan 17 tembakan dan delapan di antaranya tepat sasaran, tetapi efektivitas penyelesaian akhir tetap tidak cukup untuk mengubah hasil.
FC Andorra justru lebih tajam dan menang lewat gol Cardona, Alende, Cerdà, serta Théo Le Normand. Kekalahan itu memperpanjang tren buruk Leganés yang dalam enam laga terakhir hanya mencetak empat gol dan kebobolan 10 gol.
Deportivo tampil lebih terukur
Berbeda dengan lawannya, Deportivo menunjukkan pola permainan yang lebih stabil saat menghadapi Burgos. Mereka mencatat 51 persen penguasaan bola, menghasilkan tujuh tembakan, dan empat di antaranya mengarah ke gawang.
Bil Nsongo sempat membawa Deportivo unggul pada menit ke-16, sebelum Sánchez menyamakan kedudukan pada menit ke-42. Hasil itu kembali memperlihatkan bahwa Deportivo tidak terlalu liar dalam urusan skor, tetapi cukup seimbang untuk menjaga ritme pertandingan.
Dalam lima dari enam laga terakhir, pertandingan yang melibatkan Deportivo berakhir dengan kurang dari tiga gol. Selama periode itu, mereka mencetak sembilan gol dan lawan-lawannya membuat lima gol.
Riazor menjadi ujian berat bagi tim tamu
Bermain di Estadio Abanca-Riazor pada 2 Mei 2026 memberi keuntungan tambahan bagi Deportivo. Dengan tren yang lebih terjaga, tuan rumah punya peluang lebih besar untuk mengendalikan tempo sejak awal dan memaksa Leganés bermain di bawah tekanan.
Sebaliknya, catatan tandang Leganés justru membuat mereka datang dengan rasa waswas. Rekor tanpa kemenangan di laga away menjadi faktor yang sangat memberatkan jika pertandingan berjalan rapat dan minim ruang.
Riwayat pertemuan masih membuka peluang laga terbuka
Pertemuan terakhir kedua tim di La Liga 2 pada 01/09/2025 berakhir imbang 2-2. Saat itu Leganés mencetak gol melalui Miguel de la Fuente dan Duk, sementara Deportivo membalas lewat Samuele Mulattieri serta Yeremay Hernández.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa duel ini masih bisa berjalan terbuka bila kedua tim sama-sama menemukan sentuhan terbaik di depan gawang. Namun, performa terbaru lebih memihak Deportivo karena mereka terlihat lebih seimbang dalam bertahan dan menyerang.
Prediksi susunan pemain
Deportivo diperkirakan memakai formasi 3-4-2-1 dengan Álvaro Fernández di bawah mistar. Lini belakang bisa diisi Miguel Loureiro, Lucas Noubi Ngnokam, dan Dani Barcia, sementara sektor tengah dan depan kemungkinan dihuni Riki Rodríguez, Mario Soriano, Giacomo Quagliata, Luismi Cruz, Yeremay Hernández, serta Bil Nsongo.
Leganés diproyeksikan turun dengan skema 4-3-3. Juan Soriano, Sebastián Figueredo, Lalo Aguilar, Rubén Pulido, Naim García, Amadou Diawara, Roberto López, Óscar Plano, Luis Lopes Duk, Álex Millán, dan Juan Cruz masuk dalam bayangan susunan mereka.
Pertandingan ini akan dipimpin oleh Dámaso Arcediano Monescillo, dan semua tanda awal mengarah pada laga yang lebih nyaman dikendalikan Deportivo. Leganés tetap harus mencari jawaban atas masalah tandang dan tumpulnya serangan jika ingin pulang dari Riazor dengan hasil yang lebih baik.
