Rumbai Ekor Langka Camar-Kejar Pomarin, Alasan Burung Ini Dianggap Perompak Laut

Author: Redaksi Android62

Camar-kejar pomarin punya salah satu ciri paling mudah dikenali di dunia burung laut, yakni dua bulu ekor tengah yang panjang, melengkung 90 derajat, dan berujung tumpul seperti sendok. Bentuk itu membuatnya berbeda dari burung laut lain, meski ciri khas tersebut tidak selalu tampak karena sering hilang setelah musim berbiak di Arktik berakhir.

Di alam liar, burung ini kerap memicu perhatian karena perilakunya yang agresif saat mencari makan. Ia lebih sering mengejar burung laut lain, lalu merebut ikan hasil tangkapan mereka di udara.

Perompak laut yang terampil di udara

Strategi makan camar-kejar pomarin sangat bergantung pada kemampuan terbangnya. Burung ini melakukan akrobat terbang, terjun dari ketinggian, lalu berbelok tajam untuk membuat burung lain panik dan menjatuhkan mangsanya.

Korban yang paling sering diserang adalah burung camar tiga jari dari marga Rissa dan burung dara-laut. Begitu ikan terlepas, camar-kejar pomarin langsung menyambarnya sebelum jatuh ke laut.

Ukuran terbesar di kelompok jaeger

Secara ilmiah, burung ini bernama Stercorarius pomarinus. Di Amerika, ia dikenal sebagai pomarine jaeger, sementara istilah jaeger dipakai untuk kelompok camar-kejar berukuran kecil.

Kelompok itu juga mencakup camar-kejar kecil atau long-tailed jaeger serta camar-kejar arktika atau parasitic jaeger. Di antara semuanya, camar-kejar pomarin menjadi jenis jaeger terbesar, dengan panjang tubuh 46—51 sentimeter dan rentang sayap 1,25—1,38 meter.

Menurut Birds of the World, betina memiliki bobot sekitar 750 gram, sedangkan jantan rata-rata sekitar 650 gram. Tubuhnya yang lebih kokoh, paruh yang lebih tebal, dan warna bulu kecokelatan juga membuatnya sulit dibedakan dari jaeger lain di lapangan.

Dua bentuk warna yang sama-sama menipu mata

Camar-kejar pomarin memiliki dua versi warna bulu. Bentuk terang ditandai kepala hitam dan dada putih krem, sedangkan bentuk gelap terlihat cokelat muram seragam.

Keduanya sama-sama memiliki bercak putih khas di sayap. Ciri itu sering menjadi petunjuk penting bagi pengamat burung yang mencoba mengenali spesies ini saat melintas jauh di laut.

Ciri Keterangan
Nama ilmiah Stercorarius pomarinus
Panjang tubuh 46—51 sentimeter
Rentang sayap 1,25—1,38 meter
Bobot betina Sekitar 750 gram
Bobot jantan Rata-rata sekitar 650 gram

Hidup jauh dari daratan

Camar-kejar pomarin adalah burung laut pelagis yang menghabiskan hidup di laut lepas saat musim dingin. Saat berbiak, wilayahnya berada di tundra Rusia bagian utara, Alaska bagian utara, dan Kanada bagian utara.

Ketika musim dingin tiba, burung ini menyebar di laut dan dekat pantai berbagai benua di antara Garis Balik Utara dan khatulistiwa, termasuk di sekitar Australia. Indonesia juga termasuk jalur yang kerap dilaluinya, dan spesies ini menjadi jenis camar-kejar yang paling sering terlihat di lautan Indonesia saat bermigrasi.

Pola makan berubah total saat musim kawin

Di laut lepas, camar-kejar pomarin dikenal sebagai pencuri hasil tangkapan burung lain. Namun, ketika kembali ke tempat berbiak, pola makannya berubah drastis dan hampir hanya bergantung pada leming atau tikus-kutub.

Hewan pengerat kecil itu mengisi sekitar 90 persen makanannya. Sisanya kadang berupa telur burung, terutama ketika burung ini berada di habitat berkembang biak yang sesuai.

Sangat bergantung pada populasi leming

Keberhasilan reproduksi camar-kejar pomarin amat ditentukan oleh ketersediaan leming. Kondisi bersarang yang ideal terjadi di tundra basah dataran rendah dekat pantai Arktik, terutama saat populasi leming meledak.

Karena faktor itu, burung ini biasanya berhasil berkembang biak sekitar sekali dalam tiga atau empat tahun. Jika leming langka, camar-kejar pomarin memilih tidak kawin dan kembali ke laut.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru