Capung dewasa mungkin tampak ringan dan lincah di udara, tetapi kemampuan itu baru muncul setelah serangkaian tahapan hidup yang panjang. Serangga ini menjalani metamorfosis tidak sempurna, sehingga perubahan bentuknya berlangsung tanpa fase pupa seperti pada kupu-kupu.
Ketergantungan capung pada air bahkan sudah dimulai sejak awal kehidupannya. Siklus hidupnya terdiri dari telur, nimfa atau larva, lalu capung dewasa, dan fase muda inilah yang paling erat terkait dengan lingkungan perairan.
Awal kehidupan dimulai dari telur
Perkawinan capung berlangsung dengan cara yang khas karena pasangan capung saling mengait dan membentuk pose hati. Setelah itu, capung betina melepaskan telur di air atau di area yang dekat dengan air.
Ada dua jenis telur capung yang dikenal secara biologis. Jenis endofitik berbentuk memanjang dan diletakkan di tanaman, lumpur, atau kayu basah, sedangkan jenis eksofitik berbentuk bulat dan ditempatkan dalam zat seperti jeli lalu diendapkan di dalam air.
Selama proses bertelur, capung jantan tetap melindungi betina. Pada beberapa spesies, betina bahkan bisa bertelur sambil tenggelam dan memanfaatkan jantan untuk menariknya kembali ke daratan.
Fase nimfa menjadi masa terlama
Setelah menetas, capung masuk ke tahap nimfa atau larva. Pada fase ini, larva mencari tempat aman lalu berganti kulit dalam beberapa jam.
Larva capung memiliki enam kaki, selubung sayap, dan rahang berengsel atau labium untuk menangkap mangsa. Bentuk tubuh itu membuatnya tetap aktif berburu meski belum menyerupai capung dewasa.
Tahap larva menjadi periode terpanjang dalam hidup capung. Fase ini bisa berlangsung sekitar 2–3 bulan, dan selama masa itu larva berganti kulit sebanyak 5–14 kali hingga tumbuh sepenuhnya.
Di lingkungan air, larva memangsa hewan kecil yang tersedia di sekitarnya. Makanannya meliputi serangga air, jentik-jentik nyamuk, hingga ikan kecil.
Menjelang capung dewasa
Saat larva tumbuh maksimal dan kondisi lingkungan mendukung, capung memasuki metamorfosis terakhir. Larva mulai membiasakan diri menghirup udara lalu keluar dari kulit lamanya.
Pada tahap ini, sayap capung masih basah sehingga tubuhnya belum siap terbang jauh. Capung dewasa baru bisa melakukan penerbangan pertama setelah sayap mengeras sepenuhnya.
Setelah itu, capung biasanya menghabiskan sekitar satu minggu menjauh dari air untuk berburu serangga terbang kecil. Pada masa ini, tubuhnya juga mematangkan warna dan organ reproduksi.
Kebergantungan capung pada air membuat keberadaannya penting bagi lingkungan. Jika capung masih mudah ditemukan di suatu area, kondisi itu sering menjadi tanda bahwa kualitas lingkungan perairan di sekitarnya masih terjaga.
