Daging kurban yang sudah dipotong sebaiknya diatur per porsi sejak awal agar lebih mudah disimpan dan digunakan nanti. Cara ini membantu isi freezer tetap rapi, sekaligus memudahkan pengambilan tanpa harus mencairkan seluruh stok sekaligus.
Setelah daging diterima, langkah berikutnya bukan langsung membekukannya. Daging masih perlu didinginkan bertahap agar suhu turun perlahan, sehingga tekstur dan kualitasnya tetap terjaga.
Sebelum masuk kulkas, daging sebaiknya dipotong kecil-kecil terlebih dulu. Potongan itu kemudian disimpan dalam wadah kedap udara supaya lebih higienis dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan masak di rumah.
Sesudah dikemas rapi, daging dapat dibiarkan di suhu ruangan selama beberapa jam. Setelah itu, pindahkan ke chiller terlebih dahulu, lalu sekitar dua jam kemudian baru masukkan ke freezer jika memang ingin disimpan lebih lama.
Penyimpanan beku memang cocok untuk daging kurban yang akan dipakai dalam jangka panjang. Namun, tahap awal tetap menentukan hasil akhir, karena penanganan yang baik sejak awal membantu menjaga mutu daging saat nanti diolah.
Pengemasan berdasarkan porsi sajian juga memberi keuntungan lain. Stok daging jadi lebih tertata, lebih praktis saat dimasak, dan tidak membuat freezer penuh berantakan.
Hal yang perlu diperhatikan bukan hanya cara menyimpan, tetapi juga cara mencairkan kembali daging beku. Proses thawing harus dilakukan dengan benar sebelum daging dipanaskan dan dimasak.
Dr Tuti Suryati mengingatkan, “Hindari melakukan thawing daging beku pada suhu ruang tanpa kemasan. Selain itu, hindari membekukan kembali daging yang sudah di-thawing.”
Ada beberapa cara thawing yang lebih aman dan higienis. Daging bisa dipindahkan dari freezer ke kulkas biasa semalam sebelum dimasak, direndam dalam wadah berisi air dingin tanpa membuka kemasan plastiknya, diletakkan pada papan besi khusus yang higienis, atau menggunakan microwave dengan fitur defroster jika butuh pencairan lebih cepat.
Penanganan daging kurban yang bersih dan terukur membantu menjaga keamanan pangan sekaligus mengurangi risiko kontaminasi bakteri. Karena itu, mulai dari proses pendinginan, pengemasan, penyimpanan, hingga pencairan ulang, semuanya perlu dilakukan dengan benar agar daging tetap aman dan kualitasnya terjaga.
Source: www.medcom.id






