Kenaikan harga Pertamax RON 92 dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter membuat banyak pengguna mobil harian harus lebih cermat mengatur pengeluaran. Selisih Rp3.950 per liter itu terasa langsung, terutama di tengah harga barang yang masih tinggi.
Di saat yang sama, Pertamax Green 95 juga naik dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter. Kenaikannya mencapai Rp4.100 per liter, sehingga kebutuhan untuk mengemudi lebih hemat menjadi semakin penting.
Atur tekanan ban agar mobil tidak terasa berat
Salah satu langkah paling sederhana adalah menjaga tekanan udara ban sesuai rekomendasi produsen. Ban yang terlalu kempis membuat mobil lebih berat melaju dan mesin harus bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang sama.
Tekanan yang terlalu tinggi memang bisa membuat roda lebih ringan berputar, tetapi risikonya juga tidak kecil. Traksi di jalan bisa berkurang, stabilitas menurun, dan kenyamanan berkendara ikut terganggu karena suspensi terasa lebih keras.
Gunakan AC secara lebih bijak
AC membuat mesin bekerja lebih berat, sehingga konsumsi BBM ikut naik. Karena itu, pemakaian pendingin kabin sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, bukan dibiarkan menyala tanpa pertimbangan.
Saat mobil baru selesai diparkir, jendela dapat dibuka terlebih dahulu untuk membuang hawa panas. AC kemudian dinyalakan setelah suhu kabin mulai turun agar beban kerja mesin tidak langsung terasa besar.
Mode ECO dan pedal gas yang halus
Mobil modern umumnya sudah dilengkapi mode ECO untuk membatasi pemakaian bahan bakar. Saat fitur ini aktif, tenaga dan torsi biasanya terasa lebih kecil meski pedal gas diinjak lebih dalam.
Bagi mobil yang belum memiliki mode ECO, kebiasaan menginjak pedal gas secara halus tetap bisa membantu. Akselerasi yang agresif hanya membuat bahan bakar terbuang lebih cepat tanpa memberi keuntungan yang sepadan.
Bawa barang seperlunya saja
Beban berlebihan di dalam mobil ikut mendorong konsumsi BBM naik. Mengurangi barang yang tidak perlu di kabin dapat membantu meringankan kerja mesin dalam penggunaan harian.
Kebiasaan menumpuk barang sering dilakukan tanpa disadari, padahal dampaknya terasa dalam jangka panjang. Semakin ringan mobil, semakin kecil tenaga yang dibutuhkan untuk menggerakkannya.
Waspadai modifikasi yang membuat boros
Mengembalikan mobil ke kondisi standar juga bisa menjadi langkah penghematan yang efektif. Salah satu contohnya adalah penggunaan pelek yang lebih besar, karena modifikasi seperti ini dapat membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.
Roof rack dan roof box juga perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Selain menambah beban, keduanya mengganggu aerodinamika sehingga mesin harus bekerja lebih berat dan membutuhkan BBM lebih banyak.
Dengan harga BBM nonsubsidi yang naik tajam, kebiasaan kecil di balik setir kini punya dampak yang lebih terasa. Disiplin dalam menjaga kondisi mobil dan cara berkendara menjadi kunci agar pemakaian BBM tetap terkendali.
Source: www.cnnindonesia.com






