Logitech Mobi Fold hadir sebagai mouse lipat pertama dari perusahaan itu dengan desain yang benar-benar menonjolkan mobilitas. Saat dilipat, perangkat ini menjadi lebih ringkas dan dapat disimpan di saku atau tas kecil, lalu kembali terbuka seperti mouse berukuran penuh saat digunakan.
Kepraktisan itu dipadukan dengan konektivitas yang dibuat untuk kerja lintas perangkat. Mobi Fold dapat terhubung ke hingga tiga perangkat lewat Bluetooth, serta mendukung Windows, macOS, ChromeOS, Android, iPadOS, dan Linux.
Dirancang untuk pengguna yang sering berpindah tempat
Logitech menyasar profesional yang kerap bekerja dari bandara, kafe, hingga ruang publik lain. Perusahaan menilai mouse tradisional sering ditinggalkan bukan karena tidak dibutuhkan, melainkan karena dianggap merepotkan saat dibawa.
Joseph Mingori, VP dan General Manager Logitech, mengatakan, “Sejak lama, orang-orang meninggalkan mouse mereka begitu saja hanya karena repot untuk dibawa-bawa, bukan karena mereka tidak ingin menggunakannya.”
Logitech juga menyebut 72 persen profesional memiliki mouse, tetapi hanya 26 persen yang memakainya di tempat umum. Angka itu menjadi dasar pengembangan Mobi Fold agar pengguna tetap nyaman memakai mouse tanpa harus membawa perangkat berukuran besar.
Fitur yang mendukung kerja harian
Untuk memudahkan penggunaan, mouse ini otomatis menyala ketika dibuka dan mati saat dilipat kembali. Pengguna tidak perlu menekan tombol daya secara manual setiap kali ingin mulai atau berhenti memakai perangkat.
Mobi Fold juga dibekali Adaptive Touch Scrolling untuk navigasi dokumen yang lebih presisi maupun cepat. Selain itu, dua tombolnya dapat dikustomisasi lewat aplikasi Logi Options+ untuk berbagai pintasan kerja.
Di sisi performa, sensor pada perangkat ini mendukung tracking hingga 4.000 DPI. Logitech juga menyematkan quiet-clicks agar suara klik lebih senyap ketika dipakai di ruang publik.
Daya tahan, bobot, dan ketahanan fisik
Dari sisi baterai, Logitech menyebut Mobi Fold dapat digunakan hingga 30 hari dalam sekali pengisian penuh. Pengisian selama satu menit juga diklaim cukup untuk pemakaian hingga 22 jam, sehingga perangkat ini tetap cocok untuk mobilitas tinggi.
Perusahaan menambahkan bahwa perangkat ini telah melalui uji jatuh, memiliki perlindungan terhadap debu, dan memakai engsel yang diklaim sanggup bertahan hingga 15 tahun penggunaan harian. Bobotnya tercatat 79 gram, dengan dimensi 122 x 57 x 33 mm saat digunakan.
Ketika dilipat, ukurannya menyusut menjadi panjang 66 mm dengan ketebalan 21 mm. Bentuk inilah yang membuat Mobi Fold lebih mudah dibawa tanpa mengorbankan rasa pakai saat dibuka.
Harga, warna, dan unsur keberlanjutan
Logitech Mobi Fold akan tersedia di Indonesia mulai Juni 2026 melalui toko resmi Logitech, baik online maupun offline. Produk ini ditawarkan dalam warna Graphite dan Off-White dengan harga Rp1.509.000.
Logitech juga menonjolkan aspek keberlanjutan pada perangkat ini. Varian Graphite memakai plastik daur ulang pascakonsumen hingga 36 persen, sementara magnetnya menggunakan 100 persen logam tanah jarang daur ulang pascakonsumen, dan kemasannya berbahan kertas bersertifikasi FSC.
Dengan kombinasi desain lipat, konektivitas tiga perangkat, dan daya tahan yang dijanjikan, Mobi Fold diposisikan sebagai mouse untuk pengguna yang membutuhkan perangkat kerja yang mudah dibawa ke mana saja. Fokusnya jelas: tetap praktis di luar kantor tanpa meninggalkan kenyamanan mouse penuh saat dipakai.
Source: www.medcom.id






