Cara Menyimpan Daging Kurban Agar Tetap Segar, Jangan Terburu-Buru Masuk Freezer

Author: Redaksi Android62

Cara menyimpan daging kurban sangat menentukan mutu daging saat akan diolah nanti. Jika sejak awal penanganannya keliru, bau tak sedap, tekstur yang menurun, hingga risiko kontaminasi bisa lebih mudah muncul.

Karena itu, daging yang baru diterima tidak disarankan langsung masuk freezer. Ada tahapan awal yang lebih aman agar daging tetap segar dan kualitasnya tidak cepat turun selama disimpan.

Wakil Ketua Halal Center Universitas Gadjah Mada, Ir. Nanung Danar Dono, menekankan bahwa daging kurban perlu segera dimasak atau disimpan setelah lepas dari tubuh hewan. Penanganan pada jam-jam awal menjadi kunci untuk menjaga daging tetap layak konsumsi.

Salah satu langkah yang disarankan adalah menempatkan daging lebih dulu di kulkas selama 12 hingga 24 jam. Setelah itu, daging baru dipindahkan ke freezer agar proses penyimpanan berjalan lebih baik.

Tahap pendinginan awal ini juga membantu saat daging ingin digunakan kembali beberapa hari kemudian. Selain lebih tertata, daging yang sudah disiapkan sejak awal tidak mudah mengganggu stok bahan lain di dalam freezer.

Jangan Dicuci Jika Masih Bersih

Kesalahan yang masih sering terjadi adalah mencuci daging sebelum disimpan. Bila kondisi daging masih bersih, langkah itu justru sebaiknya dihindari dulu.

Air pada permukaan daging dapat menambah kelembapan. Kondisi lembap ini bisa membuat bakteri berkembang lebih cepat dan memicu aroma yang tidak sedap selama penyimpanan.

Daging baru dicuci ketika akan dimasak. Cara ini membantu menjaga kualitas daging lebih lama, baik saat masih berada di kulkas maupun setelah masuk freezer.

Bagi Sesuai Porsi Sejak Awal

Sebelum disimpan, daging sebaiknya dipotong menjadi bagian kecil sesuai kebutuhan memasak. Penyimpanan per porsi membuat daging lebih praktis saat diolah.

Cara ini juga mengurangi kebutuhan mencairkan seluruh stok setiap kali ingin digunakan. Suhu daging pun tidak sering berubah karena tidak berulang kali keluar masuk freezer.

Untuk menyimpannya, daging bisa dimasukkan ke plastik bening atau wadah tertutup. Kemasan yang rapi memudahkan penataan di kulkas dan membantu daging tidak bercampur dengan bahan pangan lain.

Pisahkan dari Bahan Makanan Lain

Daging mentah sebaiknya tidak disimpan bersama makanan lain di dalam kulkas. Pemisahan ini penting untuk menekan risiko kontaminasi bakteri dan menjaga aroma bahan makanan di sekitarnya.

Rak atau wadah khusus untuk daging mentah menjadi pilihan yang lebih aman. Jika tersedia, kontainer kedap udara juga dapat membantu menahan bau agar tidak menyebar ke isi kulkas lainnya.

Pemisahan tersebut sekaligus membantu menjaga kebersihan kulkas. Makanan matang pun ikut terlindungi dari risiko kontaminasi silang.

Bumbu Bisa Dipakai, tapi Tetap Harus Rapat

Sebagian orang memilih membumbui daging sebelum disimpan ke freezer. Cara ini dinilai dapat membantu memperpanjang daya simpan sekaligus memudahkan proses memasak saat daging akan digunakan.

Bumbu seperti garam, kunyit, bawang, dan rempah-rempah disebut dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri pada permukaan daging. Aroma bumbu juga bisa membuat daging lebih sedap ketika diolah nanti.

Meski begitu, kemasan tetap harus tertutup rapat. Penggunaan bumbu pun perlu disesuaikan dengan kebutuhan agar kualitas daging tetap terjaga selama disimpan.

Jangan Terlalu Lama Menyimpan

Meski berada di suhu dingin, daging tetap punya batas ketahanan. Semakin lama disimpan, kualitasnya akan terus menurun dari sisi rasa, tekstur, maupun aroma.

Untuk penyimpanan di chiller, daging sebaiknya diolah dalam beberapa hari. Jika ingin disimpan lebih lama, freezer memang menjadi pilihan yang lebih aman, tetapi tetap tidak disarankan terlalu lama.

Karena itu, penanganan cepat sejak awal tetap menjadi faktor utama. Dengan cara simpan yang tepat, daging kurban bisa tetap aman, segar, dan tidak mudah berbau tak sedap saat akan dimasak.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru