Untuk tusukan kecil di area tapak, cairan sealant aerosol seperti Fix-a-Flat menjadi cara paling cepat yang bisa dipakai saat ban tiba-tiba kempis di jalan. Prosesnya dapat selesai dalam kurang dari dua menit, lalu mobil tetap perlu diisi angin dan dikendarai beberapa mil agar cairan tersebar merata di dalam ban.
Metode ini memang hanya bersifat darurat, tetapi keunggulannya ada pada kecepatan. Selama kerusakan berada di bawah sekitar ¼ inci dan sabuk ban tidak terlihat, pengemudi bisa mendapatkan solusi sementara tanpa harus langsung melepas ban dari pelek.
Sealant cair untuk kondisi darurat
Langkahnya sederhana. Mobil diparkir aman jauh dari jalan, posisi tusukan diarahkan menyentuh tanah, kaleng dikocok sekitar 30 detik, lalu selang dipasang ke katup ban dan tombol ditekan sampai kaleng habis.
Setelah itu, ban perlu diisi angin kembali di pompa terdekat. Cara ini tidak ditujukan sebagai perbaikan permanen, sehingga ban tetap harus diganti atau diperiksa di toko ban secepat mungkin.
Jika sumber bocor ada di valve stem
Masalah ban kempis tidak selalu berasal dari tapak. Pada sebagian kasus, kebocoran muncul dari valve stem karena inti katup rusak, segel putus, batang retak, atau stem yang longgar.
Untuk memastikan titik bocor, mekanik biasanya menyemprotkan air sabun ke area tersebut. Jika muncul gelembung di dasar stem, kebocoran memang berasal dari sana.
| Jenis Masalah | Langkah Cepat | Keterangan |
|---|---|---|
| Tusukan kecil di tapak | Sealant cair | Cocok untuk lubang di bawah ¼ inci dan sifatnya sementara |
| Valve stem longgar | Diputar dengan tang atau valve stem key | Jika perlu, stem atau inti katup diganti |
| Lubang di tapak | Plug karet | Hanya untuk tusukan kecil di area tapak |
Plug bisa cepat, tetapi tetap terbatas
Metode plug juga dapat dilakukan dalam beberapa menit. Peralatan yang dibutuhkan meliputi reamer untuk membersihkan lubang, alat pemasang, dan plug berbentuk tali karet.
Cara kerjanya cukup langsung. Lubang dibersihkan, plug dimasukkan, lalu bagian yang menonjol dipotong agar rata dengan permukaan ban.
Namun, plug hanya cocok untuk tusukan di area tapak dan ukurannya harus di bawah ⅛ inci. U.S. Tire Manufacturers Association juga tidak menerima plug tanpa patch interior sebagai perbaikan yang memadai.
Alasannya, plug saja tidak melindungi inner liner sehingga air masih bisa masuk dan membuat sabuk ban berkarat. Karena itu, hasilnya tetap sebaiknya dianggap sementara.
Perbaikan yang benar-benar lebih tahan lama
Di bengkel, ban biasanya dilepas dari pelek untuk diperiksa dari dalam. Jika ban masih bisa diselamatkan, teknisi umumnya memakai kombinasi plug dan patch.
Kombinasi itu penting karena plug menutup lubang dari luar, sementara patch menutup lapisan interior dari sisi dalam. Jika dipakai sendirian, keduanya tidak memberi perlindungan jangka panjang yang sama.
Perbaikan ini tidak tergolong pekerjaan ringan untuk dilakukan sendiri, kecuali tersedia mesin tire changer di garasi. Ban harus dipisahkan dari pelek, lalu dipasang kembali setelah perbaikan selesai.
Dalam banyak situasi, sealant cair tetap menjadi pilihan tercepat, sedangkan valve stem atau plug menjadi alternatif bila alat sudah tersedia. Tetapi apa pun metode cepat yang dipakai, ban yang sudah ditambal tetap perlu dibawa ke toko ban secepatnya.
Jika mobil membawa ban serep dan perlengkapannya lengkap, mengganti ban biasanya memakan waktu 15 sampai 30 menit bagi orang yang sudah terbiasa. Pada mobil baru, banyak kendaraan justru hanya dibekali run-flat tire atau kit perbaikan dengan kompresor.
