Microsoft memangkas 4.800 karyawan atau sekitar 2,1 persen dari total tenaga kerjanya, dan dampaknya paling besar terasa di divisi Xbox. Langkah ini menempatkan bisnis game Microsoft ke dalam fase restrukturisasi terbesar sepanjang sejarahnya.
Perombakan tersebut terjadi saat industri game masih berada di bawah tekanan dan belum sepenuhnya pulih. Dalam memo internal, Wakil Presiden Eksekutif Microsoft Amy Coleman menegaskan bahwa perusahaan harus tetap berfokus pada kebutuhan pelanggan di tengah perubahan industri yang bergerak cepat.
Xbox menjadi titik terberat pemangkasan
Dari total pengurangan itu, 1.600 posisi di Xbox akan segera dihapus. CEO Xbox, Asha Sharma, menyebut langkah tersebut sebagai awal dari restrukturisasi paling signifikan yang pernah dialami divisi game Microsoft.
Sharma juga menyampaikan bahwa 1.600 peran lain diproyeksikan hilang dalam satu tahun ke depan. Ia menyebut arah perubahan ini sebagai upaya membentuk “masa depan Xbox yang lebih besar, bukan lebih kecil”.
Empat studio dilepas, bukan ditutup
Microsoft juga melepas empat studio game, yakni Compulsion Games, Double Fine Productions, Ninja Theory, dan Undead Lab. Langkah ini menandai perubahan besar dalam struktur pengelolaan Xbox.
Keempat studio tersebut tidak ditutup, melainkan dialihkan ke manajemen independen. Double Fine bahkan menyampaikan apresiasi kepada tim Xbox atas tujuh tahun kebersamaan, sekaligus menegaskan rasa syukur karena tetap dapat mempertahankan sejarah, budaya, dan kepemilikan game mereka sendiri.
| Studio | Status Baru | Keterangan |
|---|---|---|
| Compulsion Games | Manajemen independen | Dilepas dari struktur Xbox |
| Double Fine Productions | Manajemen independen | Menjaga sejarah, budaya, dan kepemilikan game |
| Ninja Theory | Manajemen independen | Dilepas dari struktur Xbox |
| Undead Lab | Manajemen independen | Dilepas dari struktur Xbox |
Fokus baru diarahkan ke IP besar
Strategi Xbox kini akan lebih menekankan kekayaan intelektual atau IP yang kuat dan memiliki audiens besar. Dalam struktur baru ini, Mojang sebagai pengembang Minecraft dan King sebagai pengembang Candy Crush akan melapor langsung kepada Asha Sharma.
Perubahan tersebut menunjukkan upaya Microsoft untuk menata ulang bisnis game agar lebih efisien sekaligus tetap kompetitif. Analis teknologi Paolo Pescatore menilai langkah ini sebagai penyesuaian skala besar untuk masa depan Xbox, bukan sekadar pemotongan biaya biasa.
Biaya naik, AI belum menggantikan peran yang hilang
Keputusan ini diambil di tengah meningkatnya biaya perangkat keras dan besarnya investasi Microsoft di bidang kecerdasan buatan atau AI. Amy Coleman menegaskan bahwa perusahaan tidak akan mengganti peran yang hilang tersebut dengan AI.
Pescatore juga menyoroti tantangan yang lebih luas bagi Xbox ketika game bergerak lintas konsol, PC, cloud, dan layanan berlangganan. Menurutnya, pertanyaan utama bukan hanya efisiensi, melainkan juga identitas Xbox di pasar yang berubah cepat.
Gelombang PHK ini menempatkan Xbox dalam fase paling kritis sepanjang perjalanannya. Di saat Microsoft berusaha mempertajam arah bisnis, ribuan karyawan dan beberapa studio justru harus masuk ke dalam struktur baru perusahaan.
