Casio memperluas arah desain G-Shock lewat dua model G-Steel baru yang tampil serba gelap, tetapi tetap dibuat lebih ramping dari citra jam G-Shock yang selama ini identik dengan bodi tebal. GST-B1000BD-1A dan GST-B1000BD-2A hadir dengan ukuran 46,9 x 44,2 mm dan ketebalan 11,6 mm, sehingga terasa lebih ringkas di pergelangan tanpa meninggalkan karakter metal.
Perubahan ini penting karena Casio tidak hanya mengejar tampilan yang lebih bersih. Perusahaan juga memangkas profil jam melalui modul internal yang lebih kecil dan metode pemasangan kaca yang berbeda, sehingga bentuknya bisa menipis tanpa menghapus kesan tangguh yang melekat pada lini G-Steel.
Bodi metal tetap dipertahankan
Walau tampil lebih ramping, fondasi khas G-Shock tetap dipertahankan. Inti konstruksinya memakai resin berbasis bio yang diperkuat karbon, lalu bagian luarnya diberi bezel stainless steel agar kesan kokoh tetap terlihat.
Casio juga memilih pendekatan visual yang lebih minimal pada bezel. Tidak ada ukiran branding G-Shock berukuran besar di bagian itu, karena permukaannya justru mengandalkan kombinasi finishing brushed dan polished.
Dominan hitam, dengan pembeda warna di tiap varian
Kedua model ini sama-sama mengusung tampilan all-black yang kuat. Casio menerapkan black ion plating pada hampir seluruh komponen logam, termasuk bezel, gelang stainless steel, tombol samping, crown sekrup, clasp, dan sekrup luar.
Meski seragam dalam nuansa gelap, Casio tetap memberi pembeda antara keduanya. GST-B1000BD-1A diposisikan sebagai versi hitam, sedangkan GST-B1000BD-2A disebut sebagai varian biru.
Fitur daya dan konektivitas tetap dibawa
Di balik bodinya yang lebih tipis, Casio tetap mempertahankan fitur fungsional yang menjadi andalan keluarga ini. GST-B1000BD memakai sistem pengisian Tough Solar, dengan daya tahan sekitar lima bulan dalam penggunaan normal dari satu kali pengisian.
Saat jam disimpan dalam kondisi gelap dan mode hemat daya aktif, masa pakainya bisa mencapai hingga 18 bulan. Dengan skema seperti ini, pengguna tidak perlu terlalu sering memikirkan pengisian daya untuk pemakaian harian.
Casio juga menyematkan Bluetooth pada kedua model. Saat dipasangkan dengan ponsel pintar melalui aplikasi Casio Watches, jam dapat menyinkronkan waktu secara otomatis dan dipakai untuk mengatur setelan.
Aplikasi itu juga mendukung pencatatan waktu dan lokasi. Ada pula fitur phone finder yang membantu pengguna menemukan ponsel yang tersambung.
Spesifikasi G-Shock yang tetap lengkap
Meski ukurannya lebih ramping, kedua jam ini masih membawa spesifikasi dasar khas G-Shock. Ketahanannya mencapai 200 meter, dan bagian kaca memakai kaca mineral.
Untuk membantu pembacaan di kondisi gelap, Casio menambahkan lampu LED putih. Di sisi tampilan, dial analog memakai tiga jarum utama dan dua subdial.
Dua subdial itu berfungsi sebagai penunjuk hari dan jam 24 jam. Seri ini juga dilengkapi stopwatch dasar 30 menit, countdown timer, dan alarm harian.
Casio menjadwalkan GST-B1000BD-1A dan GST-B1000BD-2A hadir pada Juni 2026 di Jepang. Masing-masing model dipatok ¥75,900, dan keduanya menjadi langkah baru Casio untuk membuat G-Steel terasa lebih ramping tanpa melepas identitas metal gelap yang menjadi daya tarik utamanya.
