Cat Lateks Sulit Dihapus dari Tubuh Bocah, Upaya Meniru Frieza Picu Kekhawatiran Kulit

Kasus seorang bocah di Meksiko yang tubuhnya tertutup cat dari kepala hingga kaki menjadi perhatian publik setelah upaya meniru Frieza berujung masalah yang sulit dibersihkan. Bukan hanya karena tampilannya yang unik, peristiwa ini juga memicu kekhawatiran soal penggunaan cat lateks pada kulit anak.

Bahan yang diduga dipakai adalah cat lateks standar untuk dinding rumah, bukan cat tubuh yang memang aman untuk riasan. Akibatnya, lapisan cat justru menempel kuat dan membuat proses membersihkan tubuh anak tersebut menjadi jauh lebih rumit dari yang dibayangkan.

Niat Meniru Frieza Berakhir Merepotkan

Menurut informasi yang beredar, keluarga bocah itu ingin menghadirkan tampilan mirip Frieza dalam wujud Final Form. Warna putih dan ungu khas karakter Dragon Ball itu kemudian coba diwujudkan lewat cat yang disapukan ke tubuh sang anak.

Namun, cat lateks memiliki sifat menempel kuat pada permukaan bangunan. Saat diaplikasikan ke kulit, sifat yang sama berubah menjadi masalah karena lapisannya sulit dilepas meski sudah dicuci berulang kali.

Video di Facebook Jadi Sorotan

Potongan video kejadian itu kemudian menyebar luas di Facebook dan menarik banyak reaksi. Dalam rekaman tersebut, bocah itu masih tampak dilapisi cat, sementara orang dewasa di sekitarnya terlihat kebingungan mencari cara untuk membersihkannya.

Salah satu bagian yang paling banyak dibicarakan warganet adalah ketika bocah itu bertanya soal kemungkinan menggunakan cairan penghapus cat seperti Stripsol. Pertanyaan itu langsung memancing perhatian karena bahan kimia keras seperti itu tidak aman untuk kulit manusia.

Kekhawatiran soal Bahan Kimia pada Kulit Anak

Sorotan publik tidak berhenti pada keunikan kostumnya saja. Banyak yang menyoroti risiko iritasi berat hingga luka bakar kimia bila cairan penghapus cat atau bahan keras lain digunakan untuk membersihkan tubuh anak.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa bahan yang dipakai pada kulit harus memang ditujukan untuk keperluan kosmetik. Produk untuk bangunan tidak dirancang untuk kontak langsung dengan kulit, apalagi dalam jangka waktu lama.

Cat Tembok Bukan Pilihan Aman untuk Rias Tubuh

Cat lateks atau cat tembok diketahui mengandung bahan yang bisa menutup pori-pori dan memicu reaksi alergi. Karena itu, penggunaan face paint atau body paint berlabel non-toxic dan hypoallergenic jauh lebih disarankan, terutama untuk anak-anak.

Kasus ini memperlihatkan bahwa kreativitas dalam cosplay tetap perlu dibarengi kehati-hatian. Niat menghadirkan tokoh favorit bisa berubah menjadi masalah kesehatan jika bahan yang dipilih tidak sesuai dengan fungsi pemakaian.

Sorotan Warganet dan Pengawasan Orang Tua

Viralnya kasus ini bukan semata karena tampilan bocah tersebut yang mirip karakter anime, tetapi juga karena banyak orang menilai ada kelalaian dalam pemilihan bahan. Dari sana, perhatian publik bergeser ke pentingnya pengawasan orang tua saat anak mengikuti kegiatan yang melibatkan riasan atau bahan kimia.

Hingga informasi yang beredar, belum ada rincian pasti apakah cat itu sudah sepenuhnya hilang dari tubuh bocah tersebut. Namun, kejadian ini sudah cukup menjadi pengingat bahwa bahan untuk dinding tidak boleh diperlakukan sebagai riasan tubuh, terlebih ketika menyangkut kulit anak-anak.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait