Catatan 495 Hari Napoli Runtuh, Lazio Menang 2-0 Di Maradona

Author: Redaksi Android62

Kekalahan 0-2 dari Lazio di Stadio Diego Armando Maradona bukan hanya membuat Napoli kehilangan poin penting, tetapi juga menghentikan rekor kandang yang sudah bertahan selama 495 hari. Hasil ini menjadi pukulan besar bagi tim asuhan Antonio Conte karena terjadi saat mereka masih berusaha menjaga posisi dalam persaingan papan atas Serie A.

Lazio justru pulang dengan tiga poin berharga setelah tampil sangat efisien. Matteo Cancellieri membuka skor pada menit ke-6, lalu Tomas Basic menutup kemenangan lewat gol pada menit ke-57, sementara Napoli gagal menemukan jawaban sampai laga selesai.

Rekor kandang Napoli akhirnya berakhir

Bagi Napoli, kekalahan di Maradona terasa lebih berat karena terjadi setelah mereka lama tidak tersentuh hasil negatif di rumah sendiri. Berdasarkan data Opta, ini adalah kekalahan kandang pertama Napoli di Serie A setelah 495 hari tanpa kalah.

Catatan yang membuat hasil ini makin menonjol adalah lawan yang sama seperti kekalahan kandang terakhir mereka di kompetisi yang sama. Pada 8 Desember 2024, Lazio juga menjadi tim yang berhasil menang di stadion tersebut.

Dengan hasil ini, Lazio bahkan membukukan pencapaian tersendiri di kasta tertinggi sepak bola Italia. Mereka menjadi klub pertama yang mampu menang empat kali beruntun di markas Napoli.

Napoli tertahan dalam perburuan gelar

Dampak kekalahan ini langsung terasa pada posisi Napoli di klasemen. Mereka tetap berada di peringkat kedua dengan 66 poin dan kini tertinggal 12 angka dari Inter Milan yang masih memimpin.

Situasi itu membuat Napoli semakin tertekan karena sisa pertandingan terus menipis. Setiap kehilangan poin sekarang terasa jauh lebih mahal bagi mereka yang masih ingin menjaga peluang dalam perebutan gelar Serie A.

Conte dan para pemain Napoli kini dituntut menjaga konsistensi dalam laga-laga berikutnya. Kegagalan memanfaatkan laga kandang seperti ini menunjukkan bahwa jarak dengan pemuncak klasemen bukan hanya soal angka, tetapi juga soal kestabilan performa.

Lazio tampil rapat dan efektif

Lazio tidak datang hanya untuk bertahan. Mereka menjalankan rencana permainan dengan disiplin, lalu memaksimalkan momen penting yang muncul sejak awal pertandingan.

Gol cepat Cancellieri membuat Napoli langsung berada dalam posisi mengejar. Setelah unggul, Lazio menjaga struktur tim tetap rapat dan tidak banyak memberi ruang bagi tuan rumah untuk mengembangkan serangan yang benar-benar berbahaya.

Pendekatan itu membuat Napoli sulit mengubah penguasaan bola menjadi ancaman nyata. Ketika usaha untuk membongkar pertahanan Lazio belum membuahkan hasil, gol kedua dari Basic pada babak kedua semakin mengunci arah pertandingan.

Ketenangan Lazio dalam mengelola keunggulan menjadi pembeda utama. Mereka tampil matang, terutama saat harus menjaga ritme permainan di kandang lawan yang selama ini sulit ditaklukkan.

Dampak untuk papan tengah dan sorotan pada penjaga gawang

Kemenangan ini juga membawa perubahan bagi Lazio di klasemen. Tambahan tiga poin mengangkat mereka ke posisi kedelapan dengan koleksi 47 poin dari 33 pertandingan.

Ada pula nama Vanja Milinkovic-Savic yang kembali ikut disorot setelah laga ini. Kiper tersebut dikenal karena kemampuannya membaca arah penalti dan menjaga momen penting agar tetap berpihak pada timnya.

Sejak musim 2021-22, Milinkovic-Savic sudah mencatat delapan penyelamatan penalti di lima liga top Eropa. Catatan itu menyamai rekor David Soria dan menegaskan konsistensinya dalam situasi paling menentukan.

Bagi Lazio, kemenangan di Maradona memberi dorongan besar untuk persaingan papan tengah. Bagi Napoli, malam itu meninggalkan tugas berat karena rekor kandang yang panjang akhirnya terputus saat mereka justru sedang membutuhkan kestabilan untuk tetap bersaing di papan atas.

Berita Terbaru