El Nino Sangat Kuat Diproyeksikan, Usul Cerahkan Awan Memicu Kekhawatiran

Peluang El Nino mencapai kategori sangat kuat pada Desember 2026 diperkirakan mencapai 81% oleh NOAA Climate Prediction Center. Proyeksi itu mendorong perhatian pada gagasan yang tidak biasa, yakni mencerahkan awan laut untuk menurunkan suhu permukaan laut di wilayah tertentu.

Metode tersebut berpotensi membantu mengurangi kekuatan El Nino, tetapi risikonya juga besar karena menyentuh sistem iklim global. Para ilmuwan menegaskan bahwa perubahan pada awan dan laut dapat memicu dampak cuaca yang belum sepenuhnya dipahami.

Pendinginan Laut yang Ditargetkan

Teknik yang dibahas disebut marine cloud brightening, salah satu bentuk geoengineering surya. Secara teori, partikel air laut atau aerosol disemprotkan ke atmosfer agar awan di atas laut menjadi lebih cerah.

Awan yang lebih cerah akan memantulkan lebih banyak radiasi Matahari kembali ke angkasa. Laut di bawahnya kemudian dapat menerima panas yang lebih sedikit dan mengalami pendinginan.

Peneliti dari University of California San Diego menilai pendinginan terarah dapat digunakan untuk menekan fenomena iklim yang berlangsung secara musiman hingga beberapa tahun. Kajian mereka terbit di jurnal Science Advances dan dipimpin ilmuwan iklim Kate Ricke.

PeristiwaTahunHasil Simulasi
El Nino besar1997Berpotensi diperlemah lewat pendinginan laut yang ditargetkan
El Nino besar2015Potensi peningkatan efek pendinginan dan pengeringan hingga sekitar 40%

Berangkat dari Peristiwa di Australia

Dasar simulasi ini berasal dari kebakaran hutan besar di Australia pada 2019–2020. Asap dalam jumlah besar yang mencapai atmosfer saat itu membuat awan di atas Samudra Pasifik tampak lebih cerah.

Perubahan awan tersebut memantulkan radiasi Matahari lebih banyak dan membantu menurunkan suhu permukaan laut. Efek yang terjadi secara tidak sengaja itu kemudian digunakan untuk menguji kemungkinan pelemahan El Nino melalui intervensi yang disengaja.

Tim peneliti menjalankan skenario terhadap dua El Nino besar, yaitu pada 1997 dan 2015. Hasilnya menunjukkan peluang meningkatkan efek pendinginan dan pengeringan hingga sekitar 40%, yang secara teori dapat menurunkan intensitas fenomena itu.

Risiko dan Tata Kelola

Belum ada rencana untuk menguji teknik tersebut di dunia nyata. Keterbatasan model iklim menjadi salah satu alasan utama mengapa penerapannya masih mengundang perdebatan.

Profesor ilmu atmosfer Texas A&M University, Andrew Dessler, mengingatkan bahwa model iklim tidak sempurna. “Model-model ini tidak sempurna. Selalu ada kemungkinan muncul masalah tak terduga yang justru lebih buruk daripada persoalan yang ingin kita atasi,” katanya.

Kate Ricke memandang pendekatan ini layak dipelajari sebagai tambahan dalam pengurangan risiko iklim. “Masih banyak yang harus dipahami. Namun jika ada cara untuk menggunakan pendekatan ini sebagai tambahan terhadap berbagai upaya pengurangan risiko guna mengurangi dampak El Nino, mengapa kita tidak mempertimbangkannya?” ujarnya.

Perdebatan juga mencakup kekhawatiran bahwa geoengineering surya dapat mengalihkan perhatian dari langkah utama menghadapi perubahan iklim. Pengurangan emisi gas rumah kaca tetap menjadi solusi mendasar, sementara manfaat, risiko, dan tata kelola intervensi awan masih perlu dikaji.

Berita Terkait