Peternakan 30.000 Sapi di Brebes Berpotensi Hentikan Defisit Susu Jawa Tengah

Peternakan sapi perah terpadu berkapasitas 30.000 ekor yang mulai dibangun di Brebes diproyeksikan menghasilkan 180.000 ton susu segar per tahun. Kapasitas tersebut jauh melampaui kebutuhan susu Jawa Tengah yang berada di kisaran 94.730 ton per tahun.

Tambahan produksi ini berpotensi mengakhiri kekurangan pasokan susu yang selama ini masih dialami Jawa Tengah. Pemerintah provinsi menyebut daerah itu masih kekurangan sekitar 22 ribu ton susu setiap tahun dan harus mendatangkannya dari provinsi lain.

Produksi Baru Melampaui Kebutuhan Daerah

Proyek peternakan sapi perah Brebes dibangun di Desa Karangbale, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes. Nilai investasi kawasan ini mencapai Rp1,2 triliun dan diarahkan untuk memperkuat langkah menuju swasembada susu.

Sebelum proyek ini dibangun, populasi sapi perah di Jawa Tengah tercatat sekitar 77.566 ekor. Produksi susunya mencapai sekitar 78.465 ton per tahun, sedangkan kebutuhan masyarakat lebih tinggi daripada pasokan yang tersedia.

IndikatorKondisi Jawa TengahProyek Brebes
Populasi sapi perah77.566 ekor30.000 ekor
Produksi susu per tahun78.465 ton180.000 ton
Kebutuhan susu94.730 ton per tahunBerpotensi terpenuhi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai beroperasinya investasi tersebut dapat mengurangi ketergantungan daerah terhadap pasokan dari luar provinsi. Ia juga melihat peluang surplus susu apabila kapasitas produksi kawasan baru itu berjalan sesuai proyeksi.

“Selama ini kita masih kekurangan sekitar 22 ribu ton susu per tahun. Ketika investasi ini beroperasi, kebutuhan Jawa Tengah bukan hanya terpenuhi, tetapi berpotensi surplus,” kata Ahmad Luthfi.

Kawasan Seluas 710 Hektare

Kawasan peternakan ini menempati lahan seluas 710 hektare dan tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan sapi perah. Pengembangannya mencakup fasilitas pengolahan susu, sentra produksi pakan ternak, serta pengolahan limbah.

Limbah dari kegiatan peternakan direncanakan diolah menjadi biogas dan pupuk organik. Pola tersebut menempatkan produksi susu, pakan, dan pengelolaan limbah dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Kawasan itu disebut sebagai peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia serta Asia Tenggara. Skala pembangunan tersebut menjadikan Brebes sebagai salah satu titik penting bagi penambahan pasokan susu regional.

Dukungan untuk Swasembada Susu

Menurut Ahmad Luthfi, proyek ini mendapat dukungan dari Kementerian Pertanian. Ia menyatakan fasilitas peternakan dan pabrik susu tersebut akan memperkuat posisi Jawa Tengah dalam upaya mencapai swasembada susu.

“Ini merupakan peternakan dan pabrik susu terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara. Jawa Tengah akan semakin kuat menuju swasembada susu, apalagi mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pertanian,” ujarnya.

Pembangunan kawasan dilakukan oleh PT Global Dairi Bersama sebagai bagian dari pengembangan peternakan sapi perah terpadu. Peletakan batu pertama, menurut puskapik.com, berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026.

Acara tersebut dihadiri Ahmad Luthfi, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, serta CEO Saviora Group Ihsan Mulia Putri. Kehadiran proyek ini diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat di sekitar lokasi pembangunan.

Source: puskapik.com
Berita Terkait