Realme Akhiri Era Realme UI, Ponsel Baru Langsung Menggunakan ColorOS 17

Realme akan menghentikan pengembangan Realme UI dan menjadikan ColorOS 17 sebagai sistem antarmuka untuk seluruh ponsel baru yang diluncurkan berikutnya. Perubahan ini mengakhiri identitas perangkat lunak yang dipakai merek tersebut sejak awal 2020.

Pengguna ponsel Realme lama juga berpeluang menerima perpindahan ke ColorOS melalui pembaruan perangkat lunak. Namun, Realme menegaskan bahwa pemindahan ini hanya berlaku bagi perangkat yang masih memenuhi syarat menerima update sistem.

Status Perubahan Sistem pada Merek Oppo

MerekPerubahan sistemPerangkat terdampak
RealmePonsel baru menjalankan ColorOS 17Ponsel baru dan perangkat lama yang memenuhi syarat update
OnePlusMenghentikan OxygenOS dan beralih ke ColorOSMulai Android 17

Bagi pemilik perangkat lama, status dukungan pembaruan menjadi hal paling penting untuk diperhatikan. Realme belum merinci daftar model yang akan memperoleh migrasi, sehingga kelayakan update tiap perangkat akan menentukan apakah ColorOS dapat diterima.

Peralihan tersebut diperkirakan tidak akan terasa seperti perubahan besar dalam penggunaan sehari-hari. Selama beberapa tahun, Realme UI telah mengadopsi banyak elemen yang serupa dengan ColorOS.

Kesamaan Antarmuka Memudahkan Transisi

Realme dan Oppo berada dalam grup perusahaan yang sama, sehingga kedua antarmuka Android itu memiliki fondasi tampilan yang berdekatan. Kesamaan tersebut menjadi alasan Realme menilai proses perpindahan pengguna ke ColorOS dapat berjalan lebih mulus.

Fokus perusahaan kini bergeser dari pengembangan antarmuka mandiri ke penggunaan satu platform perangkat lunak bersama Oppo. Strategi ini membuat ColorOS menjadi wajah perangkat lunak baru untuk lini ponsel Realme di masa mendatang.

Konfirmasi penghentian Realme UI disampaikan melalui akun Weibo Realme pada Kamis, 16 Juli 2026. Pengumuman itu muncul setelah beredar informasi mengenai rencana penyatuan platform perangkat lunak Realme dengan Oppo.

Bagian dari Strategi Penyatuan Platform

Keputusan Realme bukan satu-satunya perubahan perangkat lunak di dalam ekosistem Oppo. OnePlus sebelumnya juga mengumumkan penghentian pengembangan OxygenOS dan rencana penggunaan ColorOS mulai Android 17.

Pemeliharaan beberapa antarmuka Android secara terpisah membutuhkan sumber daya besar. Setiap sistem memerlukan tim pengembang, pengujian perangkat lunak, serta jadwal distribusi pembaruan yang berbeda.

Dengan menyatukan platform, Oppo dapat menyederhanakan pengembangan dan penyaluran update ke perangkat yang didukung. Langkah ini juga ditujukan untuk mempercepat distribusi pembaruan perangkat lunak pada berbagai merek di bawah grup tersebut.

Operasional Realme Indonesia Tetap Berjalan

Perubahan antarmuka ini tidak disertai pengumuman perubahan operasional Realme di pasar luar China, termasuk Indonesia. Dalam konferensi distributor paruh kedua 2026 di Hong Kong, Vice President sekaligus CMO Realme Chase Xu menyatakan distribusi, struktur organisasi, jumlah karyawan, dan model bisnis tetap berjalan seperti biasa.

Penegasan serupa datang dari Public Relations Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca. “Operasional Realme di Indonesia tetap sama seperti biasanya,” ujarnya kepada tekno.kompas.com.

Dengan demikian, perubahan yang diumumkan berpusat pada perangkat lunak ponsel, bukan pada keberlangsungan bisnis Realme di Indonesia. Pemilik perangkat dapat memantau kelayakan pembaruan sistem untuk mengetahui peluang migrasi dari Realme UI ke ColorOS 17.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terkait