CG Deck Bawa Handheld x86 ke Level Baru, Modular, Dual-Boot, dan Bisa Berubah Fungsi

CG Deck langsung menonjol karena menawarkan sesuatu yang jarang ada di pasar handheld gaming x86. Perangkat ini dirancang modular, bisa berganti fungsi, dan mendukung dual-boot Windows serta Linux dalam satu perangkat genggam.

Kombinasi itu membuat CG Deck tidak hanya diposisikan sebagai mesin bermain game. Di atas kertas, perangkat ini juga ingin menjadi alat kerja portabel, konsol mini, dan PC genggam yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan pengguna.

Modul input yang bisa diganti sesuai kebutuhan

Daya tarik utama CG Deck terletak pada sistem input yang dapat ditukar langsung. Pengguna bisa mengubah perangkat dari mode gaming ke mode produktivitas tanpa harus bergantung pada satu bentuk kontrol saja.

Proyek ini saat ini sudah memiliki empat modul yang dirancang untuk bekerja pada dua slot berbeda, yaitu slot utama dan slot sekunder. Setiap slot menerima jenis modul yang sesuai dengan fungsinya masing-masing.

Untuk slot utama, ZCTMO sudah menyiapkan tiga pilihan modul. Pilihan itu terdiri dari keyboard karet 64 tombol, modul 11 tombol dengan rotary knob dan hot-swap sockets, serta modul kontroler gamepad.

Di slot sekunder, modul yang tersedia saat ini baru trackball mouse module. ZCTMO juga menyatakan masih ingin menambah modul lain agar fungsi perangkat ini semakin luas di masa mendatang.

Dengan pendekatan seperti ini, CG Deck dapat diarahkan untuk berbagai skenario pemakaian. Dalam satu konfigurasi, perangkat dapat dipakai sebagai konsol portabel, lalu dalam konfigurasi lain dipakai untuk pekerjaan seperti CAD atau Blender.

Windows, Linux, dan fondasi x86

Selain modularitas, CG Deck juga dibangun di atas platform x86. Pilihan ini memberi kompatibilitas yang lebih luas dan membuat perangkat lebih dekat ke karakter PC pada umumnya.

Kemampuan dual-boot Windows dan Linux menjadi nilai tambah yang penting. Pengguna bisa memakai Windows untuk software tertentu, lalu berpindah ke Linux ketika membutuhkan lingkungan yang lebih terbuka atau opsi kerja yang berbeda.

Kombinasi x86, dual-boot, dan desain modular membuat CG Deck berbeda dari handheld biasa. Perangkat ini tidak sekadar mengejar bentuk genggam, tetapi juga mencoba menggabungkan fleksibilitas laptop mini, konsol portabel, dan perangkat kerja dalam satu rancangan.

Masih prototipe, tetapi sudah berfungsi

Proyek ini dikembangkan oleh pengguna Reddit bernama ZCTMO, yang memamerkan prototipe kerja pertamanya di komunitas Linux. Dari demonstrasi awal itu, CG Deck sudah terlihat sebagai perangkat yang bergerak jauh dari tahap konsep.

ZCTMO menyebut prototipe rekayasa tersebut sudah berfungsi, meski masih memiliki sejumlah bagian yang belum rapi. Artinya, proyek ini belum mencapai bentuk final, tetapi fondasi teknisnya sudah terbukti berjalan.

Minat terhadap CG Deck juga bertambah karena arah pengembangannya dibuat terbuka. ZCTMO berencana meluncurkan kampanye Kickstarter untuk membawa perangkat ini ke tahap berikutnya.

Pada saat yang sama, proyek ini juga direncanakan dirilis sebagai open-source. Langkah tersebut membuka peluang bagi pihak lain untuk mempelajari, memodifikasi, atau mengembangkan versinya sendiri jika tertarik.

Model pengembangan seperti ini cukup berbeda dari banyak perangkat handheld komersial yang umumnya tertutup. Dengan rencana open-source, CG Deck berpotensi menarik perhatian komunitas perakit, penggemar Linux, dan pengguna yang menginginkan perangkat genggam yang benar-benar bisa disesuaikan.

Bagi pengguna yang ingin mengikuti perkembangannya, sudah tersedia situs CG Deck dengan opsi pendaftaran waitlist. Keberadaan waitlist itu menunjukkan bahwa pengembangnya sedang menyiapkan jalur komunikasi yang lebih formal menjelang langkah berikutnya.

Jika proyek ini berhasil masuk ke tahap produksi, CG Deck bisa menjadi salah satu contoh paling menarik dari handheld PC modular yang mencoba menyatukan game, produktivitas, dan keterbukaan platform dalam satu perangkat. Untuk saat ini, fokus utamanya masih tertuju pada penyempurnaan prototipe dan pengembangan ekosistem modul.

Source: www.xda-developers.com

Berita Terkait