Changan Chongqing Digerakkan 1.400 Robot, 5G Menopang Lini EV Cerdas

Di fasilitas Changan di Chongqing, produksi kendaraan listrik dijalankan dengan bantuan lebih dari 1.400 robot, 650 unit AGV, dan sekitar 200 stasiun kerja otomatis. Skala otomasi itu membuat pabrik ini tampak seperti ruang produksi yang sangat terhubung, dengan pergerakan komponen dan proses kerja yang berlangsung cepat serta presisi.

Yang membuat fasilitas ini menonjol bukan hanya jumlah perangkatnya, tetapi juga cara seluruh sistem bekerja sebagai satu kesatuan. Changan menggabungkan pabrik baterai dan perakitan dalam satu ekosistem di lahan seluas 770.000 meter persegi, dengan kapasitas produksi maksimal mencapai 280.000 unit kendaraan per tahun.

5G menjadi penghubung utama di lantai produksi

Di balik alur kerja yang serba otomatis, 5G memegang peran penting sebagai tulang punggung konektivitas. Changan membangun sistem manufaktur tersebut lewat kolaborasi dengan China Unicom dan Huawei agar mesin, robot, serta sistem kontrol dapat saling terhubung dalam jaringan berkecepatan tinggi.

Dengan jaringan itu, data bergerak secara real-time di seluruh lini produksi. Kondisi ini membantu pabrik merespons gangguan lebih cepat dan menjaga akurasi kerja tetap tinggi di setiap tahap.

Otomasi besar-besaran di setiap titik produksi

Skala otomatisasi di Chongqing terlihat dari kombinasi perangkat yang digunakan untuk menjaga ritme kerja tetap stabil. Selain 1.400 robot dan 650 AGV, fasilitas ini juga didukung lebih dari 800 perangkat cerdas yang bekerja terintegrasi untuk mengatur aliran produksi.

Sekitar 200 stasiun kerja yang sepenuhnya otomatis ikut memperkuat efisiensi proses. Changan menyebut kombinasi tersebut memungkinkan otomatisasi hingga 100% pada proses-proses kritis, sementara peran manusia di sisi operasional menjadi lebih kecil.

Menjadi basis untuk model elektrifikasi Changan

Fasilitas ini juga berfungsi sebagai tempat produksi bagi model-model elektrifikasi seperti AVATR 07, Deepal S05, dan Changan E07. Ketiga model itu hadir dalam pilihan EV dan REEV, yang menegaskan fokus Changan pada kendaraan listrik dan pengembangannya.

REEV atau Range-Extended Electric Vehicle menawarkan pendekatan berbeda dibanding EV murni. Saat daya baterai mulai rendah, mesin berbahan bakar dapat membantu mengisi ulang baterai sehingga jarak tempuh menjadi lebih panjang dan ketergantungan pada stasiun pengisian daya berkurang.

Manufaktur cerdas dan efisiensi biaya

Changan menyebut pabrik ini sebagai bagian dari “manufaktur cerdas terdepan”. Digitalisasi diterapkan di seluruh lini dan mendukung hingga 16 skenario smart manufacturing yang membuat proses kerja lebih terukur.

Pendekatan itu juga diklaim memberi dampak pada biaya operasional. Changan menyebut efisiensi biaya bisa turun hingga 20%, sehingga teknologi di pabrik ini tidak hanya mempercepat produksi, tetapi juga membantu menekan beban operasional.

Dukungan energi surya untuk operasi yang lebih bersih

Selain mengandalkan robot dan jaringan 5G, pabrik ini juga memasukkan unsur keberlanjutan ke dalam operasinya. Di area fasilitas tersedia panel surya seluas 260.000 meter persegi dengan kapasitas terpasang 36 MW.

Energi dari panel surya itu mampu memenuhi sekitar 19% kebutuhan listrik pabrik. Kehadiran sumber daya ini membantu menekan jejak karbon dan memperkuat posisi fasilitas tersebut sebagai bagian dari manufaktur otomotif yang lebih ramah lingkungan.

Dengan gabungan lahan yang luas, sistem produksi terhubung, ribuan perangkat otomatis, dan dukungan energi surya, pabrik Changan di Chongqing menunjukkan arah baru dalam manufaktur kendaraan listrik. Fasilitas ini memperlihatkan bagaimana otomasi, efisiensi, dan keberlanjutan dapat berjalan dalam satu sistem yang saling mendukung.

Source: otodriver.com
Berita Terkait