Yang membuat Chevrolet Chevelle 1970 ini menonjol bukan hanya tenaganya yang mendekati 900 horsepower di mesin, melainkan fakta bahwa mobil klasik ini tetap dipakai rutin di jalan raya Southern California. Banyak muscle car berperforma tinggi berakhir sebagai pajangan, tetapi unit garapan Backyard Specialties ini justru dibangun agar tetap nyaman, tenang, dan bisa diajak jalan setiap hari.
Kunci dari karakter itu ada pada cara mobil ini dirakit. Dari luar, tampilannya terlihat rapi dan gelap, tetapi di balik bodi itu tersimpan kombinasi komponen modern yang membuatnya jauh lebih matang dibanding Chevelle klasik biasa.
Tenaga besar yang tetap jinak
Di ruang mesin terpasang GM Performance LSX 376 crate engine dengan kompresi rendah. Pilihan ini dibuat karena pemilik menginginkan tenaga besar, karakter boost, dan suara supercharger yang khas.
Setelah berdiskusi dengan Tom Nelson, tim memilih setup supercharger dari Kong Performance. Hasilnya, mobil ini menghasilkan sekitar 750 horsepower di roda belakang saat diuji di dyno, lalu diperkirakan mendekati 900 horsepower di crank setelah memperhitungkan kehilangan tenaga di drivetrain.
Tenaga tersebut disalurkan lewat transmisi manual T56 enam percepatan dari American Powertrain. Di bagian belakang, gardan Ford 9 inci dengan rasio yang sudah disetel membantu menghadirkan hentakan kuat di putaran rendah dan menengah.
Menariknya, karakter awal pedal gas sempat terasa terlalu agresif. Tim kemudian memperhalus responsnya supaya mobil tetap enak dipakai harian tanpa terasa liar setiap kali pedal diinjak.
Sasis modern untuk penggunaan jalan raya
Backyard Specialties tidak mempertahankan rangka asli mobil ini. Karena pemilik ingin mobil yang sering dipakai keras, tim memasang Speedtech Performance Extreme chassis dengan geometri suspensi modern dan suspensi belakang torque-arm.
Perubahan itu memberi dasar yang lebih stabil untuk menahan performa besar dari mesin supercharged. Wilwood brakes juga dipasang, dan konfigurasi rem manualnya bahkan mendapat pujian karena rasa pedalnya dinilai sangat enak.
Mobil ini memakai pelek Compression 20×10 inci di depan dan 20×12,5 inci di belakang. Agar ban belakang 345-section bisa masuk, tim melakukan mini-tub dan memodifikasi struktur belakang untuk memberi ruang tambahan.
Kombinasi sasis, ban lebar, dan pengaturan kaki-kaki membuat mobil tetap terasa menempel ke aspal. Saat akselerasi keras maupun burnout, Chevelle ini tidak menunjukkan karakter yang sulit diprediksi.
Bodi klasik yang dirapikan tanpa berlebihan
Awalnya, mobil ini tampak seperti proyek yang masih bisa diselamatkan. Namun menurut Junior, hampir semua panel akhirnya diganti karena memperbaiki panel asli justru lebih mahal dibanding memakai komponen reproduksi berkualitas.
Hasilnya adalah street machine yang tetap terlihat bersih dan proporsional. Tidak ada grafis mencolok atau badge berlebihan, hanya cat hitam, stance agresif, roda lebar, dan rem yang terlihat sebagai elemen visual utama.
Detail eksteriornya juga dikerjakan dengan rapi. Bumper dibuat lebih rapat ke bodi, sementara bumper belakang diubah menjadi desain one-piece yang lebih sederhana.
Chevelle ini juga memakai spion Ringbrothers, hood hinges Ringbrothers, serta front spoiler dari Ironworks. Spoiler tersebut membantu menurunkan tampilan hidung mobil tanpa mengorbankan ground clearance.
Kabin modern tanpa menghilangkan rasa Chevelle
Bagian interior mengikuti pendekatan yang sama. Kabinnya dibuat modern, tetapi tetap terasa seperti Chevelle, bukan mobil baru yang hanya mengenakan bodi lama.
California Upholstery menangani kabin dengan kulit, panel pintu kustom, dan center console penuh. Kursi yang dipakai berbasis Hyundai Veloster, lalu dimodifikasi dan dibentuk ulang agar duduk rendah serta tidak mendominasi ruang kabin klasik.
Fitur modern lain juga ikut dipasang. Dakota Digital gauges, sistem Vintage Air, audio Bluetooth, serta kamera depan dan belakang yang tampil lewat kaca spion tengah membuat mobil ini lebih praktis untuk dipakai sehari-hari.
Pendekatan tersebut menjaga kabin tetap bersih dan tidak dipenuhi layar besar di dashboard. Hasil akhirnya adalah interior yang terasa akrab untuk mobil klasik, tetapi tetap mendukung penggunaan rutin.
Mobil klasik yang memang dibuat untuk dipakai
Chevelle ini sudah pernah tampil di Autotopia LA, dan mobil itu menunjukkan bahwa tampilan menarik tidak harus mengorbankan fungsi. Shawn Davis dari Autotopia LA menilai mobil ini terasa natural saat dikendarai, mulai dari posisi duduk hingga rasa pedal rem.
Itulah yang membuat proyek ini berbeda. Banyak muscle car klasik bisa menghasilkan tenaga besar, tetapi tidak semuanya mampu tetap halus, matang, dan nyaman untuk perjalanan harian.
Pada Chevelle ini, setelan suspensi, letak shifter, karakter rem, suara knalpot, dan respons tenaga semuanya dirancang untuk saling mendukung. Hasilnya adalah mobil klasik supercharged yang tetap sanggup dipakai di jalan raya tanpa kehilangan rasa istimewanya.
