Ketika iPhone mendekati usia dua dekade, Chris Espinosa menandai pencapaian yang jauh lebih panjang di Apple. Ia telah bekerja selama 50 tahun di perusahaan tersebut, sejak Apple masih merakit komputer secara manual sebagai startup kecil.
Espinosa bergabung pada 1976 saat berusia 14 tahun, bertepatan dengan tahun berdirinya Apple. Kini pada usia 64 tahun, ia masih menjadi bagian dari perusahaan yang berkembang dari garasi rumah Steve Jobs menjadi raksasa teknologi global.
Nomor 8 dari Masa Apple Masih Sangat Kecil
Riwayat Espinosa juga tercermin pada nomor karyawan resminya, yaitu 8. Nomor itu menggambarkan ukuran Apple pada periode awal, ketika struktur perusahaan belum seperti organisasi besar saat ini.
| Nomor Karyawan | Terkait Dengan | Keterangan |
|---|---|---|
| 1-3 | Steve Jobs, Steve Wozniak, dan pendiri lain | Dipesan, tetapi tidak digunakan |
| 7 | Mike Scott | Dipilih CEO pertama Apple, terinspirasi James Bond |
| 8 | Chris Espinosa | Nomor karyawan resmi Espinosa |
Pada masa itu, nomor 1 hingga 3 telah dipesan untuk Steve Jobs, Steve Wozniak, serta para pendiri lain, tetapi akhirnya tidak digunakan. Nomor 7 kemudian dipakai Mike Scott, CEO pertama Apple, yang memilihnya karena terinspirasi oleh James Bond.
Espinosa menjalankan beragam tugas ketika masih bersekolah di Homestead High School, Cupertino. Ia datang ke kantor setiap Rabu sore setelah pulang sekolah untuk membantu pekerjaan teknis perusahaan.
Pekerjaannya mencakup pembuatan program demo, pengujian perangkat lunak Integer BASIC untuk Apple II ROM, dan demonstrasi Apple II kepada calon pelanggan. Peran yang beragam itu menunjukkan bahwa karyawan Apple pada fase awal dapat menangani pengembangan, pengujian, hingga presentasi produk.
iPhone Hadir Puluhan Tahun Setelah Ia Bergabung
Apple merilis iPhone pertama pada 29 Juni 2007, puluhan tahun setelah Espinosa mulai bekerja. Produk tersebut kemudian menjadi salah satu penopang utama Apple dalam perjalanan bisnisnya.
Kontras antara masa awal dan era iPhone terlihat dari lingkungan kerja yang pernah dijalani Espinosa. Saat mulai bergabung, Apple menggunakan rumah biasa di Los Altos, California, dengan meja kerja sederhana di garasi rumah masa kecil Jobs.
Kisah awal karier Espinosa bermula di Byte Shop, toko komputer yang ia kunjungi ketika masih remaja. Di tempat itu, ia bertemu Jobs yang sedang memasang komputer Apple I.
Pertemuan singkat tersebut berujung pada tawaran untuk menulis program komputer menggunakan bahasa BASIC. Program itu disiapkan untuk berjalan pada Apple II, sementara BASIC merupakan bahasa pemrograman yang populer pada masanya.
Ia juga bertemu Wozniak melalui Homebrew Computer Club, komunitas penggemar komputer di Menlo Park, California. Kedekatannya dengan dunia Apple tetap terjaga meski para guru di sekolahnya sempat memperingatkan minatnya tersebut.
Berstatus Paruh Waktu Saat Menempuh Kuliah
Pada 1978, setelah lulus sekolah menengah atas, Espinosa diterima di University of California, Berkeley. Periode kuliah ini menjadi satu-satunya masa ketika ia tidak bekerja penuh waktu di Apple.
Meski berkuliah, ia tidak sepenuhnya meninggalkan perusahaan tersebut karena tetap bekerja sebagai karyawan paruh waktu. The New York Times mengangkat perjalanan Espinosa bertepatan dengan ulang tahun ke-50 Apple.
Rekam jejaknya membentang dari era Apple I dan Apple II hingga periode iPhone menjadi produk utama perusahaan. Perjalanan itu memperlihatkan perubahan Apple dari perusahaan komputer rumahan menjadi salah satu nama terbesar di industri teknologi.
